10 Pelajar SD Hilang Akibat Bencana Banjir di Mandailing Sumatera Utara

Banjir Mandailing
Kerusakan akibat bencana banjir dan longsor di Mandailing Natal, Sumatera Utara. (foto: tempo.co)

Terkini.id, Mandailing – Banjir yang melanda Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), sejauh ini telah menelan korban jiwa sebanyak 13 orang. Para korban kebanyakan adalah anak-anak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

“Data yang kami peroleh sementara yakni 13 orang meninggal dunia. Kemudian 10 orang hilang,” ujar Sutopo dilansir dari Kompas TV, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Data tersebut, kata Sutopo, masih bersifat sementara sebab hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara masih terus melakukan evakuasi dan pencarian korban.

“Dari 13 yang meninggal, 11 di antaranya adalah pelajar SD Negeri 235 Desa Muara Saladi,” terangnya.

Lanjut Sutopo, jumlah pelajar SD Negeri 235 Desa Muara Saldi yang menjadi korban akibat musibah ini yakni sebanyak 29 orang.

“11 meninggal dunia, 10 hilang, dan 8 orang selamat. 10 orang pelajar yang hilang masih dalam pencarian,” ujarnya.

Para korban tewas tersebut diakibatkan runtuhnya gedung SD Negeri 235 saat terjadi banjir bandang. Selain para korban tewas, ada 17 orang yang mengalami luka akibat runtuhnya gedung sekolah tersebut.