1014 Pelajar MTsN 1 Jeneponto Gelar Belajar Sehari di Luar Kelas

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kabupaten Jeneponto menggelar belajar sehari di luar kelas, Kamis, 7 November 2019.

Terkini.id,Jeneponto – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kabupaten Jeneponto menggelar belajar sehari di luar kelas, Kamis, 7 November 2019.

Kegiatan tersebut sesuai surat edaran dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jeneponto, tentang pelaksanaan belajar sehari di luar kelas.

Belajar sehari di luar kelas tersebut dimulai pukul 07.20 Wita. Kegiatan itu diikuti 1014 pelajar MTsN I Jeneponto. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepedulian tentang anak di MTs Negeri 1 Jeneponto dihadiri langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Jeneponto dan jajarannya.

“Kegiatan untuk  pengembangan Sekolah Ramah Anak dalam menyambut hari anak sedunia,” Kata Kepala Sekolah MTs Negeri 1 Jeneponto, Hj Nuraedah.

Hj Nuraedah mengharapkan, kegiatan Belajar Sehari di luar kelas dapat menjadi motivasi siswa dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran.

“kita harapkan siswa bisa gembira dan semangat dalam melakukan aktifitas belajar,” harapnya.

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Jeneponto (DP3A) Kabupaten Jeneponto, Hj. Sitti Juniati, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di Indonesia sesuai surat edaran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

“Pelaksanaan belajar sehari di luar kelas dilakukan dalam upaya memenuhi, menjamin dan 34melindungi hak anak, demi untuk memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan bakat dan kemampuan anak melalui sekolah ramah anak,” kata Hj. Sitti Juniati.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Jeneponto fokus untuk memberikan perlindungan kepada anak.

“Namun anak-anak harus melindungi dirinya sendiri baik di luar sekolah maupun di dalam sekolah,” ujarnya.

Adapun jadwal kegiatan sehari belajar di luar kelas yang akan dilakukan serentak yakni, menyambut siswa dengan 3S (senyum, salam, sapa), menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, cuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum makan, sarapan sehat bersama yang disiapkan oleh orang tua.

Kemudian, berdoa bersama setelah makan, cuci tangan setelah makan, memeriksa lingkungan, menyingkirkan tanaman, barang atau hal-hal yang membahayakan siswa, memeriksa lampu, peralatan listrik yang tidak diperlukan dan mematikan keran air yang terbuka, membaca buku di luar kelas.

Simulasi evakuasi bencana dalam lagu dan gerak senam germas permainan tradisional, tepuk hak anak dan yel-yel sekolah ramah anak deklarasi sekolah ramah anak, pelantikan tim sekolah ramah anak dan penutupan dengan menyanyikan lagu Maju Tak Gentar.

Berita Terkait
Komentar
Terkini