2 Petugas Pemilu di Sulsel Keguguran Kandungan Saat Bertugas, Ada Juga Yang Jatuh Sakit Hingga Meninggal

Humas KPU Sulsel Asrar Marlang. /Nasruddin

Terkini.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan merilis 142 Pemilu di seluruh kabupaten/kota di Sulsel yang mengalami sakit, kecelakaan, kekerasan dan meninggal dunia.

Berdasarkan data, dua petugas Pemilu meninggal dunia, dia adalah, Audina Amelia yang merupakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Bua, KPU Luwu, meninggal karena kecelakaan tabrakan.

Kedua, Bripda Paulus Kendek yang merupakan Pengamanan Pemilu 2019 Kaur Bin Ops BINMAS Polres Tana Toraja, Mengalami kecelakaan dalam tugas di sekitaran jalan poros Kecamatan Kurra-Rantetayo. Meninggal di Rumah Sakit Sinar Kasih (Sempat Mendapatkan Perawatan).

Selain itu, ada dua petugas pemilu mengalami keguguran kandungan mereka adalah, yang pertama, Hajiriani yang merupakan KPPS Kelurahan Cipotakari, KPU Sidrap, Hajiriani mengalami Keguguran Bayi pada saat bertugas menulis dan mengantar C6 ke masyarakat dan di bawah rumah sakit dan yang bersangkutan adalah istri dari pak Ardiansyah staf KPU Sidrap.

Kedua, Paulina Tandiayu yang merupakan Anggota PPS kelurahan Saluallo, Kabupaten Tana Toraja, mengalami keguguran pada saat melakukan monitoring di tiap-tiap TPS di wilayah Lembang Saluallo sampai saat ini masih dalam perawatan dan sudah menjalani operasi (Kuret Kandungan).

Selain itu, ada juga yang mengalami kekerasan yaitu, Baharuddin Efendi merupakan Ketua KPPS kelurahan Empoang, Kabupaten Jeneponto. Ia mengalami penganiayaan oleh salah satu masyarakat Karen korban diduga melakukan pengubahan data salinan C1.

Mahdan merupakan Ketua KPPS Kelurahan Bone Pute Kabupaten Luwu Timur, Mahdan ditarik dari rumahnya dan dibawa kerumah Caleg oleh Tim Sukses Caleg. Sepanjang perjalanan yang bersangkutan dipukuli hingga babak belur. Sesampainya dirumah caleg tersebut, Mahdan kembali dipukuli anak Caleg tersebut. Kondisi terakhir mata bengkak, hidung berdarah dan kepala pusing. Kasus ini sedang ditangani oleh Polres Luwu Timur.

Kabag Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang mengungkapkan, 142 petugas pemilu, 2 orang meninggal, dua keguguran dan dua orang mengalami kekerasan, selebihnya jatuh sakit.

Mengenai hal tersebut, Asrar memastikan mereka yang jatuh sakit saat bertugas hingga meninggal dunia akan mendapatkan santunan.

“Menurut KPU RI mereka akan diberikan santunan, mengenai berapa jumlahnya, belum bisa saya pastikan karena saya belum dapat info. Kalau yang mengalami kekerasan, KPU Sulsel sudah menginstruksikan KPU kabupaten untuk melaporkan tindakan itu ke pihak berwajib,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini