25 Tahun Dokter Palsu Bekerja di PT Pelni, Ini Klarifikasi Unhas

dokter gadungan
ilustrasi

Terkini.id, Makassar – Dokter palsu berinisial S (57 tahun) masih diburu Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Pelaku penipuan diketahui adalah dokter gadungan setelah 25 tahun bekerja di PT Pelni Makassar.

Saat melamar dan berkerja di Pelni, S menggunakan ijazah palsu Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah mengatakan, PT Pelni sudah melakukan klarifikasi ke Unhas. Atas klarifikasi dari Unhas, PT Pelni menjadikan dasar laporan ke polisi.

Menurut Suharman, setelah dilakukan verifikasi ijazah oleh Unhas, ada tujuh pelanggaran yang dilakukan oleh S.

Pertama model ijazah S berbeda dengan ijazah yang diterbitkan Unhas. Ijazah S ditulis menggunakan komputer. Sementara Unhas masih menggunakan penulisan tangan. Latar ijazah Unhas juga memiliki latar belakang tulisan Universitas Hasanuddin.

Kedua, penulisan gelar rektor Prof Basri Hasanuddin berbeda. Ijazah S tertulis Prof DR Basri Hasanuddin M.Si, Seharusnya Prof DR Basri Hasanuddin MA

Tiga, nama dekan Fakultas Kedokteran beda. Ijazah S tertulis nama dekan Prof dr Muh. Farid. Seharusnya dekan saat itu Prof dr Junus Alkatiri.

Empat, nomor ijazah S tidak ditemukan dalam data Unhas. Tidak ada alumni Unhas yang menggunakan nomor ijazah tersebut.

Lima, nomor registrasi yang digunakan S adalah nomor registrasi orang lain, atas nama Ratna Hafid S.Ked

Enam, stempel yang digunakan dalam ijazah S adalah stempel Fakultas Kedokteran Unhas. Seharusnya stempel Universitas Hasanuddin

Tujuh, masa studi S hanya 2 tahun 3 bulan. Padahal sarjana kedokteran di Unhas paling cepat 4 tahun. Ditambah profesi dokter 2 tahun.

“Tidak rasional,” kata Suharman kepada Terkini.id, Jumat 22 November 2019.

dokter palsu
Hasil verifikasi ijazah Sulaiman S.Ked oleh Unhas

 

Pelaku S dilaporkan sudah bekerja dan melakukan praktik pengobatan di PT Pelni Makassar sejak 1994.

Hingga awal 2019, baru diketahui bahwa ijazah dokternya yang bernomor 2457-039-04/133-271-91 diduga palsu lantaran tidak terdaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.

PT Pelni pun melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut ke kepolisian setelah memastikan Sl adalah dokter palsu, pada 16 Juli 2019.

“Lelaki dr Sulaiman S.Ked melakukan tindak pidana menempatkan keterangan palsu pada Akta Autentik dengan cara bekerja sebagai dokter kapal pada Kantor PT Pelni Persero Makassar sejak tahun 1994 sampai awal 2019,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Jumat 8 November 2019.

Berita Terkait
Komentar
Terkini