3 jawaban pamungkas Sri Mulyani soal utang Indonesia

proyek pemerintah, penunjukan langsung
Sri Mulyani (twitter kemenkeu)

Terkini.id, Makassar – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, memberi sejumlah jawaban soal utang luar negeri Indonesia yang selama ini menjadi banyak perbincangan dan dituduhkan ke pemerintah.

Saat hadir menjadi pembicara dalam dialog Nasional Indonesia Maju yang digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu 11 Maret lalu, Sri Mulyani memberikan sejumlah jawaban yang cukup pamungkas.

Untuk diketahui, beban utang negara saat ini mencapai hingga sekitar Rp 4.700 triliun. Utang itu dibeberkan dan dikritik sejumlah lembaga, kalangan oposisi pemerintah, dan menjadi bahan untuk menyerah pemerintah.

Apa saja jawaban Menteri Keuangan terbaik di dunia versi World Government Summit soal utang pemerintah? Berikut di antaranya:

1. Mengapa tidak perlu panik dengan utang ribuan triliun rupiah itu?

“Utang negara itu digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan lainnya. Kalau berutang untuk membangun masyarakat agar menjadi pintar seperti kalian ini (mahasiswa), saya nggak khawatir,” jelas Sri Mulyani.

Dia juga menjelaskan, jika di media sosial Anda melihat perbincangan soal utang, lalu isu tersebut diarahkan kepada penggambaran bahwa Indonesia ini sedang krisis utang, itu karena dia punya motif politik.

Baca :Dinyinyiri Fadly Zon, ini prestasi Sri Mulyani sebagai menteri terbaik

2. Apakah utang kita sudah masuk kategori kritis, sehingga Indonesia akan runtuh?

Sesuai UU, uutang negara tidak boleh lebih dari 60 persen dari Produk domestik bruto (PDB). Dan saat ini posisi utang Indonesia kurang dari 30 persen.

Kata Sri Mulyani lagi, Jepang saja yang memiliki utang 200 persen atau dua kali lipat dari GDP nasional mereka, namun tidak bingung karena di negeri tersebut, utang tak dijadikan komoditas politik.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menegaskan, angka kemiskinan saat ini berada di titik terendah, yaitu 10,12 persen. Pembangunan infrastruktur juga telah berjalan di era pemerintahan Joko Widodo. Bahkan pertumbuhan ekonomi APBN mencapai 7 persen. Namun memang masih perlu ada dorongan beberapa instrumen lainnya agar tujuan negara tercapai.

3. Isu utang yang berbahaya karena ulah Jokowi?

Para penyebar isu utang luar negeri ini tahu betul, rakyat itu tidak mengerti tentang utang luar negeri. Dia sengaja karena tahu betul tentang APBN kita. Tapi dia hanya melihat utangnya saja.

Baca :Tak bisa tidur, Syahrul: Harusnya Sri Mulyani yang diacungi jempol ke bawah

Tujuannya supaya Presiden Joko Widodo hanya dilihat jeleknya saja. Utang luar negeri itu Instrumen bukan tujuan. Namun mereka bilang kalau utang meningkat melebihi Rp 4.000 triliun, maka Indonesia akan runtuh.

Padahal kalau membandingkan nominal utang luar negeri kita belum ada apa-apanya dibanding Jepang dan Amerika. Kedua negara itu punya utang yang sangat besar.

Saya berani menjamin Indonesia tak akan menjadi negara dengan utang yang besar. karena Indonesia mengelola hutang negara seperti diamanatkan oleh undang-undang.