Masuk

3 Kontroversi Hillary Lasut, Anggota DPR Termuda yang Laporkan Komika Mamat Alkatiri

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Nama komika Mamat Alkatiri sempat menjadi trending di kolom pencarian twitter, lantaran komika tersebut dilaporkan oleh  Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Hillary Brigitta Lasut

Awal mula permasalahan ketika Mamat tengah menghadiri suatu acara di suatu acara talkshow di Jakarta Barat. Dalam acara tersebut, Mamat dinilai telah mencemarkan nama baik Hillary. Mamat disebut telah menggunakan kata kasar serta tidak sopan. Hal tersebut menyinggung Brigitta.

“Menurut pelapor, dalam melakukan roasting kepada korban, terlapor menggunakan kata yang kurang sopan. Atas kejadian tersebut, korban merasa dicemarkan nama baiknya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Selasa 04 Oktober 2022. Dikutip dari kompas.com.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Siap Jadi Menpora: Gue Paham Semua tentang Olahraga

Nama Brigitta sebelumnya sudah sering mendapat sorotan dari warganet karena sejumlah kontroversi. setidaknya ada tiga kontroversi yang menyeret nama Anggota DPR termuda itu. 

Minta Pengamanan ke TNI

Brigitta sempat menuai kontroversi pada Desember 2021. Saat itu dia meminta ajudan atau bantuan keamanan ke TNI. 

Menurutnya, hal tersebut dia lakukan pekerjaannya sebagai anggota DPR tak bisa lepas dari ancaman serta kekhawatiran karena harus menyuarakan suara rakyat. 

Baca Juga: Fahri Hamzah: Ada Pengusaha-Pengusaha yang Ingin Pemilu Ditunda

“Kalau ditanya kenapa, jujur saya harus mengakui cukup tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan, berusia 20-an dan belum menikah, khususnya di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak,” kata Brigitta saat itu. Dikutip dari kompas.com.

Ia bahkan siap menanggung biaya personel TNI yang diminta untuk menjadi ajudannya. 

Menganggap karantina di Wisma Atlet tak etis untuk anggota DPR

Kontroversi selanjutnya yang sempat menghebohkan nama Brigitta yaitu tentang opininya yang mengatakan bahwa Wisma Atlet tidak etis digunakan sebagai tempat karantina bagi anggota DPR.

Menurutnya, baik presiden dan anggota dewan memiliki kedudukan yang sama sehingga memiliki hak untuk melakukan karantina secara mandiri. 

“Dilihat dari sudut pandang hukum, DPR itu setara presiden kalau dalam pembagian kekuasaan, tidak masuk akal dan tidak etis kalau presiden karantina di Istana Bogor terus DPR RI karantina di Wisma Atlet,” kata Brigitta. Dikutip dari kompas.com.

Lebih lanjut, menurutnya larangan karantina mandiri bagi anggota DPR dapat mendiskreditkan kesetaraan lembaga. 

“Untuk melaksanakan tugas pengawasan (dalam hal ini tugas pengawasan DPR), si pengawas harus punya wibawa dan posisi yang lebih tinggi atau setidaknya setara dengan yang diawasi,” jelasnya kembali.

Menganggap unjuk rasa di jalan tak relevan untuk menciptakan perubahan.

Brigitta mengungkapkan bahwa aksi demo di jalan raya sudah tidak relevan dalam menciptakan perubahan dalam dunia politik. Menurutnya, saat ini, sosial media justru memberikan lebih banyak pengaruh. Karenanya, dia sempat menyarankan untuk melakukan penyampaian pendapat melalui online saja.

Selain itu, menurutnya unjuk rasa jauh lebih efektif, karena tanpa menyebabkan dampak buruk seperti jatuhnya korban, hingga rusaknya fasilitas umum. 

“Dengan mengandalkan kekuatan netizen, kita bisa memaksa rekan-rekan yang lain. Karena kan mereka tidak ingin di-bully karena berjalan tidak sesuai kehendak masyarakat,” kata dia.