Mahasiswa Unhas berhasil ciptakan aplikasi E-law, Hukum dalam Genggaman

Aplikasi mobile berbasis android dengan nama diaLAWgue ini diciptakan oleh Febri Maulana, Faiz Adani, Nilasari, Titis Iskandar (keempatnya dari Fakultas HukumUnhas), dan Rahmat Hardian (dari Fakultas Teknik Unhas).

TERKINI.id, MAKASSAR – Lima mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil memadukan kemajuan teknologi informasi dan hukum dengan menciptakan aplikasi e-law.

Aplikasi e-law dengan tag line ‘Hukum dalam Genggaman’ ini membuat penggunaya dapat mengakses sejumlah informasi penting terkait hukum.

Aplikasi mobile berbasis android dengan nama diaLAWgue ini diciptakan oleh Febri Maulana, Faiz Adani, Nilasari, Titis Iskandar (keempatnya dari Fakultas HukumUnhas), dan Rahmat Hardian (dari Fakultas Teknik Unhas).

Salah seorang anggota tim, Nilasari, mengatakan bahwa kehadiran aplikasi ini dapat menciptakan kultur hukum masyarakat sehingga hukum bukanlah hal yang tabu melainkan menjadi salah satu kebutuhan.

“Aplikasi ini diharapkan dapat menghapus paradigma bahwa berhadapan dengan hukum adalah sesuatu yang melelahkan,” ujar Nilasari.

Nilasari melanjutkan, rendahnya tingkat kesadaran hukum masyarakat dan kurangnya pemahaman pada proses hukum menjadi ide awal Nilasari dan keempat orang rekannya membuat proposal pembiayaan aplikasi ini untuk disampikan melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) bidang karsa cipta.

Di bawah bimbingan dosen Amaliyah, lima orang mahasiswa ini berhasil memperoleh pendanaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dengan tema “E-Law: Hukum Dalam Genggaman”.

Baca :Camat Kecamatan Tempe Terima Puluhan Mahasiswa KKN Tematik Unhas

Aplikasi ini terdiri atas 3 fitur yaitu fitur “Find My Lawyer” dimana melalui fitur ini masyarakat dapat mencari lawyer yang kompeten dalam menangani masalah yang dihadapi dengan melihat track record para lawyer tanpa mendatangi kantor advokat satu per satu.

Fitur yang kedua adalah Ask the Experts yaitu fitur yang menciptakan komunikasi dua arah yakni masyarakat yang memerlukan pemahaman hukum dan para ahli hukum (lawyer, notaris, jaksa, hakim maupun akademisi) sebagai salah satu wujud pengabdian bagi masyarakat.

Fitur yang ketiga adalah Law info dimana didalamnya memuat artikel atau bacaan yang berkaitan dengan dunia hukum.

“Proses perancangan aplikasi ini kurang lebih selama dua bulan, dimulai sejak Maret 2017 dan rampung pada bulan Mei 2017, dimulai dengan studi literatur sampai pada pengunggahan aplikasi di google playstore,” kata Rahmat Hardian sebagai tehknisi dari perancangan aplikasi ini.

Kembali, Nilasari berharap bahwa aplikasi ini dapat bersaing di ajang terbesar mahasiswa yang diadakan oleh Kemenristek Dikti yaitu lolos  dalam kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Tahun 2017.

Baca :Pilih Ketua baru, Forum Forbek UNHAS gelar Musyawarah Akbar

“Selain itu, kami juga berharap aplikasi ini dapat berlanjut sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.