37 Perguruan Tinggi Ancam Beri Sanksi Mahasiswa yang Ikut Demo #ReformasiDikorupsi

Mahasiswa
Demo mahasiswa. (Foto: Sindonews)

Terkini.id, Jakarta – Sebanyak 37 perguruan tinggi di Indonesia mengancam memberi sanksi mahasiswa yang mengikut aksi demo #ReformasiDikorupsi.

Hal itu diungkapkan AMAR Law Firm and Public Interest Law Office melalui keterangan tertulisnya kepada media, Senin, 14 Oktober 2019.

Advokat AMAR, Maraden Saddad mengatakan, jumlah tersebut merupakan catatan dari 72 aduan yang masuk ke pihaknya sejak 29 September 2019.

“Aduan masuk via email, telepon, dan borang daring Google Form,” kata Maraden lewat keterangan persnya, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin, 14 Oktober 2019.

“Sebanyak 38 pengaduan terkait dengan pelanggaran 37 kampus. Sementara 34 laporan terkait dengan pelanggaran dari 32 sekolah,” sambungnya.

Secara umum, kata Maraden, ada lima sanksi yang diadukan, yaitu pemberian surat edaran larangan ikut aksi, intimidasi berupa ancaman drop out, sanksi akademis berupa drop out, hukuman fisik dari pihak sekolah, dan ancaman seksual dari penghuni lapas.

“Kami menganggap bahwa tindakan institusi pendidikan tidak hanya melanggar kebebasan berpendapat, melainkan juga hak atas pendidikan dalam hal terdapat sanksi memutuskan mengeluarkan pelajar/mahasiswa, menyuruh mengundurkan diri, dan juga melakukan skorsing,” ujar Maraden.

Maka dari itu, pihaknya meminta seluruh perguruan tinggi atau institusi sekolah untuk mencabut seluruh sanksi kepada para pelajar maupun mahasiswa peserta aksi #ReformasiDikorupsi.

AMAR juga meminta Ombudsman, KPAI, dan Komnas HAM untuk menegur pihak institusi pendidikan yang mengeluarkan sanksi tersebut.

“Kami juga mendesak Kemenristekdikti dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tidak mendorong pelarangan untuk menyampaikan pendapat, serta mengevaluasi kampus atau sekolah yang melakukan pelanggaran,” ujar Maraden.

Berita Terkait