38 Ribu Masyarakat Pangkep Terancam Kehilangan Hak Pilih

Terkini.id, Pangkep – Sebanyak 38 ribu warga Kabupaten Pangkep terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019 mendatang. Hal ini diungkapkan komisioner KPU Pangkep Aminah kepada wartawan.

Menurut Aminah, sesuai Peraturan KPU nomor 11 mengharuskan warga yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) memiliki KTP El atau sudah melakukan perekaman untuk penerbitan KTP El. Hal ini ditindak lanjuti dengan acuan dari KPU Provinsi Sulsel untuk meminta data ke disdukcapil tentang data warga yang belum memiliki KTP El.

“Setelah data dari disdukcapil kami terima, muncullah angka 38.831 warga yang belum memiliki KTP El dan belum perekaman,” kata Aminah di ruang kerjanya, Rabu 15 Agustus 2018.

Padahal sesuai tahapan, penetapan KPU dijadwalkan dari tanggal 15-21 Agustus. Aminah mengatakan KPU sudah berkoordinasi dengan Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid terkait hal ini. Kepada KPU Pangkep, bupati meminta agar puluhan ribu warga tersebut tidak dicoret dari DPT.

“Bupati akan menyurat agar capil diberi waktu sebulan untuk perekaman. Suratnya nanti kita bawa ke KPU Provinsi Sulsel untuk jadi semacam jaminan. Karena prinsip kami sama, hak konstitusi masyarakat harus diperjuangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, 38 ribu lebih warga ini terdaftar sebagai pemilih dalam pemilihan gubernur karena ada sistem coklit dan dibolehkan menggunakan suket dari disdukcapil. Ia berharap dukungan solusi dari semua pihak termasuk panwas dan partai politik agar semua warga bisa terakomodir dalam DPT.

Berita Terkait
Komentar
Terkini