Ini Dia 4 Ranperda Pemkab Gowa Setuju Untuk Dibahas

Bupati Gowa menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemerintah Kabupaten Gowa

Terkini.id,Gowa – Terdapat empat buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemerintah Kabupaten Gowa setuju dibahas ke tahap selanjutnya. Hal itu disampaikan ke tujuh Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saat menyampaikan langsung pemandangan umumnya, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Gowa, Kamis 29 November 2018.

Ketujuh Fraksi tersebut, masing-masing fraksi Partai Golkar, Bustamin Rewa,  Fraksi Partai Demokrat, Asriyadi Arasy fraksi Partai Amanat Nasional, A. Yusuf Harun, Fraksi Gerindra, Abdul Razak, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Makmur,  Fraksi Perjuangan Rakyat Gowa, Jabbar Ngitung, dan Fraksi PPP, Matola Marola.

“Salah satunya, Fraksi PAN, Yusuf Harun mengatakan bahwa, pertama Ranperda tentang pendaftaran wajib pajak cabang/lokasi bagi pelaku usaha didaerah, Fraksi  PAN pada dasarnya sangat setuju karena Perda ini pada hakikatnya membuka jalan yang signifikan bagi perkembangan sumber penerimaan dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Kedua, Ranperda tentang Perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, Ini merupakan langkah maju dan partisipatif terhadap terkait adanya persamaan hak dan asasi manusia, olehnya itu, perda ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah sebagai landasan hukum dalam melaksanakan program pembinaaan, perlindungan terhadap kebutuhan hak-hak dasar penyandang disabilitas.

Ranperda ketiga, tentang Gowa Kabupaten Pendidikan, bagi kami ranperda ini sangat baik dalam menciptakan peserta didik yang berkualitas dan mampu bersaing baik dalam skala nasional maupun internasional, olehnya itu ini menjadi langkah strategis  dalam membangun SDM. Dan yang terakhir Ranperda tentang Kepemudaan, ini sangat diperlukan se agai payung hukum untuk menciptakan pemuda-pemudi generasi penerus yang mampu menciptakan inovasi untuk membangun daerah ini dimasa yang akan datang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gowa yang dalam hal ini diwakili Sekretaris Kab Gowa mengampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua fraksi yang telah menyampaikan pemikiran berupa tanggapan, saran dan informasi, dimana ketujuh fraksi telah menyetujui empat buah ranperda tersebut untuk selanjutnya dibahas.

“Terkait Ranperda pendaftaran wajib pajak lokasi/cabang bagi pelaku usaha, ini merupakan upaya Pemkab Gowa untuk meningkatkan pendapatan daerah dari penerimaan bagi hasil pajak penghasilan, yang mana setiap pelaku usaha atau pekerjaan di Kabupaten Gowa wajib mendaftarkan diri sebagai wajib pajak cabang/lokasi,” katanya.

Selanjutnya, Ranperda tentang Gowa Kabupaten Pendidikan diajukan untuk menyelenggarakan urusan pemerintah Bidang Pendidikan yang merupakan  urusan wajib pemerintah/Kota  sesuai lingkup kewenangan dan tanggungjawabnya.

“Ini perlu dalam pengaturan layanan pendidikan dalam memberikan kepastian hukum guna penyelenggaraan pendidikan yang bersifat komprehensif, sehingga dengan adanya Perda tersebut, dapat mendorong terciptanya sumber daya manusia yang mampu berdaya saing demokratis dan bertanggungjawab yang berbasis kearifan lokal,” jelas sekda Gowa

Sementara, Ranperda ketiga, terkait Penyelenggaraan Kepemudaan,  dimana peran kepemudaan sangat penting dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung, olehnya itu Perda ini dibuat  agar pemuda dapat mampu menciptakan inovasi baru dalam setiap pembangunan khususnya di Kabupaten Gowa.

“Dengan adanya Perda ini diharapkan dapat menjadi regulasi payung hukum dalam mengatur, melindungi, melayani seluruh pelaku yang terlibat dalam kebijakan pembangunan kepwmufaan, serta menjadi acuan dalam pembentukan, penataan, pengaturan dan penertiban serta pembinaan organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Gowa.

Dan yang terakhir Ranperda yang tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, Perda ini dibuat sebagai wujud kewajiban kostitusional pemerintah Kabupaten Gowa dalam rangka pemerataan dalam pemenuhan hak-hak dan perlindungan terhadap penyandang disabilitas.

“Filosofi pembentukan Perda ini tidak hanya sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, tetapi ini sebagai upaya untuk melindungi dan membantu penyandang disabilitas dalam memenuhi kepentingannya, sekaligus juga se agai upaya perbaikan dalam rangka pemerataan untuk memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama dengan warga masyarakat lainnya,” tutur mantan Kepala Bappeda Gowa ini.

Diakhir sambutannya, dia mengatakan agar kiranya untuk hal-hal yang bersifat substansi terkait rancangan tersebut, maka kami akan tanggapi atau jawab dalam rapat pembahasan dengan Pansus yang khusus diagendakan untuk membicarakan permasalahan tersebut.

Komentar

Rekomendasi

Keluarga Positif Corona yang Viral Usai Main TikTok Dinyatakan Sembuh

Selain Hina Jokowi, Pria Ini Juga Kedapatan Simpan Video Mesum

Anak Meninggal akibat Corona, Satu Keluarga Dikucilkan dan Diusir Tetangga

Viral, ‘RoboCop’ Tetap Semangat Cari Nafkah Rejeki di Lampu Merah Saat Corona

Beredar Video Wanita Terkapar Sambil Kejang-kejang di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta

Semua yang Keluar Rumah Wajib Pakai Masker, Jokowi: Segera Siapkan!

Bukan dari PKS, Ini Wagub DKI Jakarta Terpilih Dampingi Anies Baswedan

Puluhan Dokter Wafat di Tengah Corona, IDI Makassar Minta Kiriman Doa

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar