4 rencana Kalla Group di bawah kendali Solihin Kalla

Solihin Kalla (kanan) saat konferensi pers, Selasa 17 April 2018 (terkini.id/hasbi)

Terkini.id, Makassar – Presiden Direktur Kalla Group dan PT Hadji Kalla kini berganti. Solihin Kalla, putra Jusuf Kalla, menjadi pemimpin baru menggantikan Fatimah Kalla.

“Hari ini resmi saya dapat amanah yang harus saya jalankan. Menerima tongkat estafet sebagai Dirut PT Hadji Kalla dan Kalla Group,” jelas Solihin Kalla, saat menggelar press conference di Djuku, Wisma Kalla, Jalan Ratulangi, Selasa 17 April 2018.

Solihin menjadi generasi ketiga pelanjut grup perusahaan besar dari Sulawesi Selatan tersebut, setelah sebelumnya, Kalla Group dipegang oleh Fatimah Kalla, saudari Jusuf Kalla.

Solihin merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan Jusuf Kalla dan Mufidah Jusuf Kalla.

Solihin sendiri mulai terjun langsung di bisnis Kalla Group sejak tahun 2000. Dia adalah alumnus jurusan bisnis Internasional Universitas Duke, Amerika Serikat.

Pria kelahiran Makassar 27 Juni 1978 tersebut menggantikan Fatimah Kalla, yang selama 14 tahun memimpin Kalla Group.

Saat menggelar press conference, Kalla Group mengusung tema “Journey to the Top”. Ada beberapa rencana yang dicanangkan Kalla Group di bawah kendali Solihin Kalla:

Dealer truk Mercedes Benz

Selain menjadi diler utama mobil Toyota di Kawasan Timur Indonesia, Kalla Group akan ikut menjadi dealer mobil truk merek Mercedes Benz di Makassar. “Kita akan ikut menjual Mercedes Benz. Tapi khusus truk,” ujar Solihin Kalla.

Saat ini, usaha Kalla Group di sektor bisnis otomotif dan konstruksi menyumbang hingga 60 persen terhadap total revenue grup perusahaan tersebut. Dengan menjadi dealer Mercedes Benz, ini juga akan memperkuat peran Kalla Group di sektor logistik.

Fokus ke warehouse dan logistik.

Bidang logistik kini sedang diseriusi oleh Kalla Group. Kalla Group tengah mensurvei lokasi-lokasi yang tepat untuk kawasan pergudangan tersebut.

“Kita fokus ke pergudangan saja, shipping, dan menghandle perdagangan skala besar. Lokasinya kita survei di beberapa tempat seperti seperti di Daya, dan di KIMA. Mulai tahun ini insya Allah,” terang Solihin.

Saat ini, melalui anak usahanya, PT Bumi Jasa Utama, Kalla Group telah memiliki sekitar 3.500 armada transporter dan sudah melayani beberapa grup perusahaan, seperti PT Pertamina, Bank Mandiri, PLN, Antam, Ciputra, Trakindo, Telkom Indonesia, Gojek, Indofood CBP dan lain-lain.

Kalla akan melakukan investasi pembelian armada logistik hingga kapal. Untuk memperkuat sektor jasa tersebut.

Ekspansi pembangkit listrik

Saat ini, Kalla Group memiliki beberapa pembangkit listrik di Poso, antara lain Poso I hingga Poso III, dan diharapkan hingga tahun 2022 mendatang, sudah bisa memasok hingga 615 megawatt listrik di Sulawesi khususnya di Sulsel.

“Untuk sumber daya energi terbarukan ini, masih fokus ke PLTA, karena potensinya besar. Kita kerjakan PLTA Malea di Toraja. Itu 150 MW. Dan, ada juga di Sulbar yang kita jajaki, sekitar 400 MW. Kita juga ada konsesi PLTA di Kerinci, Jambi, 400 MW,” terangnya.

20 perusahaan konstruksi terbesar

Melalui salah satu anak perusahaan konstruksinya, yakni Kalla Inti Karsa, dan Bumi Karsa, Kalla Group sudah membangun mal Nipah yang dikenal dengan brand lifestyle center yang eco friendly.

Perusahaan itu terus memperlebar portfolio, dan ditargetkan bisa masuk dalam top 20 construction firm di Indonesia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini