4 sikap Kemenag Sulsel soal Abu Tours sebelum Kakanwil dicopot

Abdul Wahid Thahir (tribunnews)

Terkini.id, Makassar – Kementerian Agama RI, tiba-tiba mencopot posisi Abd Wahid Thahir dari jabatan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sulawesi Selatan.

Kemenag RI mengangkat Iskandar Fellang, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) sebagai pelaksana tugas (Plt) Kakanwil Kemenag Sulsel.

Iskandar Fellang sendiri belum mengetahui alasan penggantian posisi tersebut. Namun, pastinya itu cuma bagian dari upaya penyegaran atau rotasi di kementerian.

Iskandar mengungkapkan, Abd Wahid Thahir kini kembali sebagai dosen Universitas Islam Makassar (UIM). “Beliau menjadi dosen UIM,” jelas Iskandar, kepada terkini.id.

Meskipun tidak ada alasan jelas, terkini.id menghimpun beberapa sikap Kementerian Agama Sulsel dalam beberapa waktu terakhir sebelum penggantian posisi Kakanwil:

Baca juga:

1. Lambat mengatasi Abu Tours

Travel umrah asal Sulawesi Selatan yang bermasalah, dan merugikan hingga 90.000 calon jemaahnya, yakni Abu Tours, sebenarnya sudah menjadi perhatian banyak pelaku asosiasi travel umrah.

Dalam dua tiga tahun terakhir, pelaku asosiasi, seperti Kesatuan Tour Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), hingga Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), sudah mengingatkan kemenag.

Ketua Kesthuri, Usman Jasad, misalnya, sejak 2015 silam, sudah cukup sering mengingatkan Kemenag tentang Abu Tours, lantaran travel tersebut menjual paket dengan harga cuma Rp 15 juta.

Angka itu tidak logis, karena jika dihitung biaya umrah (tarif pesawat, hotel, visa, akomodasi, dst), biayanya berkisar Rp 19 juta. Namun, Kemenag cenderung lambat menangani.

2. Mendukung maklumat Abu Tours

Saat Abu Tours mengalami kesulitan keuangan, dan mengeluarkan maklumat kepada jemaah untuk menambah hingga Rp 15 juta, atau tambah Rp 5 juta dan mengajak jemaah baru, maklumat itu cenderung didukung oleh Kementerian Agama.

Saat menggelar pertemuan antara Abu Tours, Bank Bukopin, dan konglomerat Sulsel, Aksa Mahmud, pada Februari 2018 silam, Kakanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir, mendukung tiga opsi yang ditawarkan Abu Tours, padahal banyak ditentang jemaah.

Pasalnya, jemaah sudah membayar Rp 15 juta sebelumnya. Maklumat yang dikeluarkan Abu Tours tersebut sebenarnya sudah memastikan dugaan Abu Tours sudah kesulitan keuangan karena menjalankan skema ponzi.

3. Tidak tegas atas Abu Tours

Harga paket yang dijual oleh Abu Tours, yang berkisar Rp 15 juta, kurang mendapat pengawasan ketat dari Kemenag. Pada akhir 2017 silam, Kemenag pernah memanggil perwakilan Abu Tours, dan meminta travel itu untuk mengikuti ketentuan paket umrah Rp 20 juta.

Namun, agen-agen Abu Tours di sejumlah daerah tetap saja menjual dengan harga di bawah standar, yakni sekitar Rp 15 juta.

4. Lambat mengaudit

Kementerian Agama Sulawesi Selatan juga cenderung lambat memutuskan untuk segera mengaudit keuangan Abu Tours.

Audit terhadap perusahaan umrah tersebut baru dilakukan oleh pihak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, pada Januari 2018 silam. Setelah Abu Tours mulai kesulitan memberangkatkan jemaah.

Komentar

Rekomendasi

Polisi Buru Pelaku Pencuri Kotak Penyimpanan Sampel Swab Pasien Corona di Makassar

Helikopter TNI Jatuh dan Terbakar di Kawasan Industri Kendal, Warga: 3 Orang Meninggal

Bhakti Brimob untuk Masyarakat : Berbagi Nasi untuk Korban Kebakaran dan Warga Terdampak Covid-19

Takut Dilempari Batu Warga, Artis Film Porno Ini Tak Mau Pulang Kampung

Punya Paras Cantik, Driver Pengantar Makanan Ini Berhasil Curi Perhatian Netizen

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar