404 siswa ikuti UAM BN-BK Dan KP di MTsN 1 Jeneponto

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, DR. Yuspiani saat mengawasi langsung UAM BN - BK dan UAM BN-KP yang berlangsung di MTsN 1 Jeneponto/Syarief

Terkini.id, Jeneponto – Sebanyak 404 siswa mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional – Berbasis Komputer dan Kertas Pensil (UAM BN BK-KP) tahun ajaran 2018, di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kabupaten Jeneponto, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Senin,2 April 2018.

Ke-404 siswa yang mengikuti UAM BN-BK berasal dari enam Madrasah Tsanawiyah, yakni, MTsN 1 Jeneponto, MTs Ganrang Batu, MTs Arrita, MTs Bosalia, MTs Gantinga dan MTs Je’nettallasa.

Kepala MTsN 1 Jeneponto, Hj Nuraedah, menjelaskan, selain MTsN 1 Jeneponto, ada lima MTsN yang mengikuti UAM BN-KP.

“Ujian yang berlangsung ini terdiri atas dua sistem,Ujian Akhir Madrasah Berbasis Nasional Berbasis Komputer (UAM BN – BK), Ujian Akhir Madrasah Berbasis Nasional Kertas pensil (UAM BN – KP), Siswa MTsNĀ  1 Jeneponto itu mengikuti UAM BN-BK dan lima MTsN lainnya mengikuti UAM BN-KP,” jelas Hj Nuraedah.

Di mana, siswa MTsN 1 Jeneponto yang mengikuti UAM BN-BK sebanyak 306 orang siswa, sedangkan siswa yang mengikuti UAM BN-KP sebanyak 98 siswa.

Baca juga:

Sedangkan, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, DR Yuspiani yang turun mengawasi langsung UAM BN – BK dan UAM BN-KP, mengatakan, ada tiga tahapan yaitu ujian yang akan diikuti oleh siswa Madrasah. UAM BN, UAS BN, dan UN.

“Ujian Madrasah beda dengan sekolah umum, sekolah umum itu ujiannya cuman dua, sedangkan Madrasah ada tiga tahapan dan semua berstandar Nasional. Ini hanya ada di Madrasah, UAM BN itu semua materi pelajaran yang tidak diujikan secara nasionalkan,” jelasnya.

Komentar

Rekomendasi

Dandim 1425 Kerahkan Personelnya Ikut Rapid Test, Hasilnya Semua Negatif

Kejari Gandeng Humas Pemkab Jeneponto Gelar Pelatihan Kehumasan

Gegara Masker, Bupati Jeneponto Tegur Kadis Perhubungan

Kodim Jeneponto Kembali Bedah Rumah Warga Miskin di Dua Lokasi ini

Aktivis Minta Penegak Hukum Proses Oknum Dokter yang Diduga Malpraktek di RS Bantaeng

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar