5 Alasan ICW Menolak 5 Pimpinan KPK

Terkini.id, – Kemarin lima Pimpinan KPK periode 2019-2023 dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis lima alasan kenapa pimpinan KPK yang baru ini harus ditolak.

Berikut sedikit catatan terkait penolakan atas kehadiran lima Pimpinan KPK tersebut :

1. Diduga Pernah Melanggar Kode Etik

Salah satu Pimpinan KPK diduga sempat bertemu dengan seorang kepala daerah yang sedang berperkara di lembaga anti rasuah itu.

Indonesia Corruption Watch pada tahun 2018 lalu melaporkan salah seorang Pimpinan KPK tersebut ke KPK atas dugaan pelanggaran kode etik.

2. Setuju Revisi Undang-Undang KPK

Pada saat uji kelayakan di DPR mayoritas Pimpinan KPK terpilih sepakat untuk merevisi Undang-Undang KPK. Padahal di saat yang sama draft yang ditawarkan oleh DPR dan pemerintah tidak pernah sekalipun memperkuat KPK.

Selain itu penolakan masyarakat juga sangat meluas perihal perubahan UU KPK tersebut.

3. Tidak Patuh Lapor Harta Kekayaan ke KPK

Salah seorang Pimpinan KPK diketahui sempat tidak melaporkan harta kekayaan ke KPK.

Padahal kewajiban melaporkan LHKPN sudah diatur secara tegas dalam UU No 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Peraturan KPK No 07 tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman, dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

Tentu catatan ini akan berimplikasi buruk bagi citra KPK yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai integritas.

4. Usia Tidak Mencukupi untuk Dilantik Menjadi Pimpinan KPK

Satu diantara lima Pimpinan KPK masih berusia 45 tahun. Hal ini dipastikan menjadi persoalan serius, sebab Pasal 29 huruf e UU KPK baru menyebutkan bahwa untuk dapat diangkat menjadi Pimpinan KPK harus berusia paling rendah 50 tahun.

Untuk itu mestinya Presiden dapat menunda pelantikan yang bersangkutan karena diduga melanggar ketentuan dalam UU KPK.

5. Pernah Dipetisi oleh Internal Pegawai KPK

Pada periode April lalu pegawai KPK sempat mengirimkan petisi kepada Pimpinan KPK karena diduga ada hambatan penanganan kasus di Kedeputian Penindakan lembaga anti rasuah itu.

Faktanya, pimpinan Kedeputian Penindakan tersebut saat ini terpilih menjadi Pimpinan KPK baru.

Setidaknya ada 5 (lima) persoalan, yakni: 1) adanya dugaan penundaan gelar perkara di tingkat kedeputian; 2) sering terjadi kebocoran informasi soal tangkap tangan; 3) pegawai di Kedeputian Penindakan merasa kesulitan memanggil saksi dan adanya perlakuan khusus terhadap figur tertentu yang juga menjadi saksi;

4) sering terjadi penolakan penggeledahan di lokasi tertentu dengan alasan yang tidak jelas; 5) adanya pembiaran terhadap pelanggaran yang dilakukan internal penindakan;

Komentar

Rekomendasi

Imbas Corona, Menteri Sofyan Rapat Lewat Video Conference dengan Kakanwil ATR/BPN Sulsel

Hotman Paris Ajak Anggota DPR Sumbang Gaji untuk Beli Beras Demi Tolong Masyarakat

Lagi, Beredar Video Warga di Jakarta Jatuh Pingsan dan Tak Sadarkan Diri

Zulkiflie Marauni, ASN Pejuang yang Rajin Salat Berjemaah di Masjid

Pengakuan Pasien Corona, Awalnya Anggap Remeh Hingga Akhirnya Jatuh Pingsan dan Positif

Berikut Nama 20 Dokter yang Gugur Akibat Corona

Balai Kota Makassar Ditutup, Iman Hud: Kita Terapkan Protokol Penanganan Covid-19

Dokter Marhaen: Ketidakjujuran Pasien Berdampak Tingginya Angka Kematian Medis

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar