5 calon kepala daerah di Sulsel terancam diskualifikasi karena narkoba

Ilustrasi Terkini.id / Yusventus

Terkini.id, Makassar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan telah menyerahkan hasil pemeriksaan narkoba calon kepada daerah ke KPU. Hasilnya ada lima orang yang terindikasi telah mengkonsumsi narkoba.

Hasil pemeriksaan ini pun kembali diuji. Dengan cara mengirimkan sampel ke Jakarta. Jika benar terbukti, calon tidak boleh ikut bertarung.

“Ada lima orang dari lima daerah,” kata Jamaluddin, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Sulsel, kepada wartawan di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Selatan, Selasa 16 Januari 2018.

Jamaluddin menyebut pemeriksaan BNN menemukan adanya unsur narkoba berupa Benzodiazepine pada lima calon. “Semuanya benzo,” ujarnya.

Djamaluddin mengaku tidak mau menyebut nama-nama yang terindikasi. Semua diserahkan ke KPU sebagai penyelenggara. “Biar KPU yang umumkan,” katanya.

Menarik untuk Anda:

Ketua Generasi Muda Nusantara Anti Narkotika (Genetika) Sulawesi Selatan Djaya Jumain mengatakan, benzodiazepine adalah obat yang dikategorikan sebagai obat psikoaktif. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi gejala gangguan psikologi seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan insomnia.

Benzodiazepine berperan sebagai obat penenang, anti-kecemasan, hipnotik (membuat tidur lebih mudah), serta dapat melemaskan otot-otot tubuh.

Obat ini susah didapatkan. Kecuali ada resep dokter. “Atau ada permainan antara pasien dan apotiknya,” kata Djaya.

Warga yang mengkonsumsi obat ini sah-sah saja. Kalau ada resep dokter. “Sesuai riwayat penyakit yang membutuhkan obat tersebut,” katanya.

Dia menambahkan, kalau tidak bersentuhan dengan riwayat penyakit pasien, pasti dokter tidak akan berikan obat anti kecemasan. “Karena ada undang undang kesehatan yang mengatur dan etika profesi dokter,” katanya.

Sampel urine lima calon kepala daerah sudah dikirim ke Jakarta untuk diuji. Hal ini pun membuat cemas calon kepala daerah dan pendukungnya. Jika terbukti, konsekuensi harus diskualifikasi dari pemilihan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bukan di Tol Makassar, Pemotor Tewas Ditimpa Besi Proyek Terjadi di Jakarta Timur

Appi-Rahman Janji Tingkatkan Mutu Pendidikan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar