5 Cara Optimalkan Potensi Diri, Patut Dicoba

Ilustrasi

Terkini.id – Seringkali, seseorang menganggap remeh otak dan kemampuannya sendiri. Sebaliknya, ia menganggap otak dan kemampuan orang lainlah yang luar biasa.

Jika dibiarkan terus, tanpa disadari, hal tersebut dapat menjadi batu pengganjal dalam perjalanan karir dan mencapai kesuksesan, nantinya.

Bisnis yang gagal atau karir yang macet di tengah jalan adalah salah satu alasan yang menandakan bahwa telah terjadi suatu kesalahan pada diri kita. Entah itu kesalahan akibat perencanaan yang belum matang atau kurangnya rasa percaya diri dalam melangkah dan mengambil resiko.

Percaya pada kemampuan atau potensi diri sendiri bukanlah suatu hal yang menunjukkan kearoganan atau kesombongan. Justru, hal itu diperlukan untuk membuat diri kita percaya dan yakin bahwa keberhasilan pasti akan bisa kita raih, suatu saat nanti.

Potensi manusia diibaratkan gunung es. Dimana, hanya 15% kemampuan yang dipergunakan secara sadar, dan selebihnya, yaitu sebanyak 85%, masih tersimpan di alam bawah sadar. Untuk itu, cobalah selalu mengoptimalkan potensi diri dengan cara :

1. Mengenal Diri Sendiri

Orang bijak berkata bahwa musuh terbesar yang harus ditaklukkan adalah diri kita sendiri. Sebab, sosok kita yang sebenarnya biasanya selalu bersembunyi atau sengaja disembunyikan di balik berbagai alasan seperti, demi menjaga nama baik, status, popularitas atau harga diri.

Baca :Mengatasi rasa takut, cemas, dan khawatir dengan 7 langkah

Sebagai tolak ukur untuk memaksimalkan kemampuan dan meminimalkan kekurangan kita, maka pengenalan terhadap diri kita sendiri mutlak diperlukan.

Di Jepang, bahkan ada sebuah ilmu yang dipergunakan khusus untuk mempelajari kepribadian seseorang. Ilmu tersebut dikembangkan oleh Profesor Isamu Saito dari Risho Universitas Jepang, yang disebut Kokology. Berasal dari bahasa Jepang “Kokoro” yang berarti pikikran, jiwa dan perasaan.

Sementara, Stephen R. Covey, penulis “The 7 Habitas Of Highly Effective People” mengatakan, bahwa sebaiknya kita mulai dari hal terkecil dari diri kita sendiri dulu. Artinya, dengan selaku memikirkan hal-hal  yang besar, maka hal-hal yang kecil terkadang akan terlewat begitu saja.

Sebagai contoh, menyepelekan masalah terlambat ke kantor dengan dalih, “Cuma sekali ini saja, kok” atau “sekali-kali terlambat kan tidak apa.”

Padahal, terlalu sering terlambat sangat berpengaruh terhadap efektivitas dan semangat kerja. Terlambat membuat kita tidak siap untuk bekerja dengan optimal di hari itu.

2. Memperbaiki sikap

Hidup merupakan refleksi sempurna dari fikiran kita. Jadi, mulailah untuk percaya diri, antusias, optimis dan memandang positif pada kemampuan diri kita. Karena, sikap adalah salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam kehidupan.

Baca :Membangun etos kerja di lingkungan Anda

Untuk itu, cobalah mulai bersikap positif. Bersikap positif pada diri sendiri, pada setiap peristiwa kehidupan, baik itu kesuksesan maupun kegagalan, dan yang tak kalah pentingnya adalah bersikap positif pada orang lain. Ingat, 95% kemungkinan sukses ditentukan oleh sikap kita, dan hanya 5% ditentukan oleh skill.

3. Terus Belajar

Frank Bettger, seorang yang banyak menulis buku soul food, pernah berkata bahwa jika seseorang berhenti belajar, maka ia adalah orang tua. Entah itu berumur 20 atau 80 tahun.

Cobalah menginvestasikan otak hanya pada hal-hal yang berguna. Bersifatlah teachable yaitu mau belajar dan mengajar, demi menambah pengetahuan dan memperluas wawasan dan cara berfikir. Jangan ragu untuk terus mengasah kemampuan di berbagai bidang.

Satu tips sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membaca buku-buku sukses, minimal 15 menit per hari.

4. Jangan Menyerah

Banyak orang yang menyatakan ingin sukses, tetapi tidak tahu mau membayar harga kesuksesan itu. Mereka sering kali berhenti berusaha hanya karena gagal sekali. Padahal, kegagalan adalah langka awal untuk maju.

Baca :Kepribadianmu Ternyata Bisa Diketahui dari Cara Kamu Membawa Tas

Dengan pernah merasa gagal, maka kita akan tahu rasanya sukses. Jangan pernah memanjakan diri sendiri. “Cambuklah” diri kita sampai menyatakan “Ya, saya bisa.” Dan satu hal yang paling penting adalah jangan pernah mengasihi diri sendiri.

5. Memotivasi Diri

Motivasi merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk memaksimalkan potensi yang ada pada diri kita. Tujuan hidup yang telah direncanakan tidak akan ada artinya jika tidak ada motivasi untuk meraihnya.

Motivasi penting untuk membuat kita sembuh dari suatu penyakit pikiran yang berbahaya, yaitu “Takut Gagal”. Carilah teman-teman dan bergaullah di lingkungan yang dapat mempengaruhi kita untuk lebih optimis dan terus bersemangat. Jangan katakan “Saya tidak bisa”, sebelum mencoba.

Salah satu cara untuk memotivasi diri kita adalah dengan mempunyai mimpi. Misalnya, bermimpi mempunyai karir yang sukses. Karena itu, tidak ada salahnya bermimpi dan teruslah perbaharui mimpi itu setiap hari. Jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi yang terus menyala dalam diri kita.

Penulis : Hasmawati Suratman