5 Fakta di Balik Tingginya Daya Beli Turis Indonesia yang Jadi Incaran Singapura

Pemandangan indah di dalam Jewel Changi Airport yang sedang dikembangkan Singapura.(ist)

Terkini.id, Makassar – Di tengah gejolak rupiah dalam negeri pada tahun 2018 lalu, Indonesia rupanya tetap menjadi negara dengan pasar yang penting bagi Singapura.

Wisatawan Indonesia tercatat punya kemampuan belanja yang masih tinggi di Kota Singa itu.

Singapore Tourism Board (STB), mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2018, devisa pariwisata dari wisatawan Indonesia tumbuh hingga 8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan kunjungan wisatawan yang mencapai 2p ersen.

“Hal ini membuat posisi Indonesia tetap bertahan sebagai penyumbang devisa pariwisata terbesar kedua setelah China,” terang Keith Tan.

1. Dongkrak Pertumbuhan Pariwisata Singapura

Wisatawan di Singapura.(sbr.com)
Wisatawan di Singapura.(sbr.com)

Besarnya sumbangan devisa dari Indonesia, membuat Industri pariwisata Singapura mengalami pencapaian luar biasa pada 2018 dengan terciptanya rekor baru dalam jumlah devisa pariwisata dan kunjungan wisatawan dalam tiga tahun berturut-turut.

Devisa pariwisata Singapura tumbuh 1 persen menjadi S$ 27,1 miliar, terutama berkat kunjungan wisatawan dari hampir seluruh 15 negara utama penyumbang wisatawan.

Adapun 15 negara penyumpbang wisatawan tersebut adalah China, Indonesia, India, Malaysia, Australia, Jepang, Filipina, AS, Korea Selatan, Vietnam, Inggris, Thailand, Hong Kong, Taiwan dan Jerman.

2. Pasar Indonesia Tetap Kuat Meski Gejolak Nilai Tukar Rupiah

Wisatawan di Merlion Park.(todayonline.com)

“Pasar Indonesia masih tetap kuat di 2018 di tengah nilai tukar rupiah yang sempat bergejolak. Meskipun mata uang rupiah melemah, namun kami senang dengan masih tumbuhnya belanja para wisatawan Indonesia.

3. Singapura Tourism Board Buka Kantor di Surabaya

Besarnya belanja wisatawan Indonesia, membuat pihak Singapura Tourisme Board membuka kantor regional STB kedua di Surabaya.

“Kita buka kantor pada Oktober 2017 lalu,” kata Mohamed Firhan, selaku Direktur Area STB untuk Indonesia.

4. Wisatawan Indonesia Gemari Kapal Pesiar

Selain berbelanja, warga Indonesia juga gemar datang ke Singapura dengan menggunakan kapal pesiar.

“Jumlah penumpang kapal pesiar dari Indonesia juga memberi kontribusi signifika pada pertumbuhan jumlah kunjunan wisatawan secara keseluruhan.

Dengan tersedianya rencana perjalanan kapal pesiar selama setahun penuh dan semakin banyaknya kapal pesiar dengan kapasitas lebih besar yang singgah di Singapura, jumlah penumpang dari Indonesia pada 2018 bisa mengalami kenaikan 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

5. Singapura Jual Wisata Halal, hingga Bermitra dengan Zoya

Dengan jumlah penduduk muslim Indonesia yang besar, STB Indonesia pun telah berupaya memasarkan Singaapura sebagai tujuan wisata yang ramah bagi Muslim.

Pada 2018, Singapura telah dinobatkan sebagai tujuan wisata paling ramah muslim di antara negara-negara non-Muslim lainnya oleh Mastercard-crescentrating Global Muslim Travel Index.

“Kami telah menghasilkan kemajuan melalui kemitraan pemasaran kreatif bersama jenama Muslim seperti Zoya, dan tahun lalu mendukung program hijab hunt oleh Sunsilk bersama detikcom,” terangnya.

Berita Terkait
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
[tdcn-comments title="Komentar" post_id="141958" get="20" border="true" auto_load="true" order="ASC"]
Terkini