5 Jenis Makanan Ini Akan Jadi Tren di Masa Depan

Serangga akan menjadi salah satu makanan masa depan

Terkini.id, – Pertambahan penduduk dunia dari tahun ke tahun semakin mengkhawatirkan, diperkirakan populasi kita akan mencapai angka 9 milyar pada tahun 2040. Makanan akan sangat berkurang di masa depan.

Permasalahan akan menjadi berat di bidang pangan, jika kita masih tetap bergantung pada sistem produksi pangan seperti sekarang, kemungkinan bencana kelaparan dasyat akan melanda seluruh dunia.

Seiring lajunya pertambahan penduduk diperparah dengan perubahan iklim yang tidak menentu. Bencana alam seperti banjir, kekeringan karena kemarau panjang dan kebakaran hutan serta musim dingin yang berkepanjangan mempengaruhi produksi pangan kita di masa depan.

Lahan pertanian yang semakin berkurang akibat pembangunan perumahan yang dilakukan mengubah alih fungsi lahan pertanian dan persawahan menjadi kompleks rumah tinggal.

Hal ini membuat kita perlu waspada dan berbenah untuk mencari sumber pangan alternatif yang bisa diproduksi di kondisi yang ekstrim, di lahan yang sempit, efisian dan bisa tetap memberi nilai gizi yang baik bagi masyarakat.

Beberapa jenis makanan yang tidak kita bayangkan mungkin akan menjadi alternatif pilihan yang akan kita konsumsi di masa depan.

Serangga
Pernah kita bayangkan kecoa, kumbang, belalang, laron, jangkrik, rayap, yang sering kita temui di sekitar tempat tinggal kelak nanti akan menjadi sumber protein alternatif yang bisa diternakkan untuk memenuhi kebutuhan akan makanan di masa depan.

Makan Serangga
Marcela menunjukkan Sandwich berisi serangga yang ia makan

Serangga memiliki tingkat reproduksi yang sangat tinggi, tidak memerlukan banyak ruang gerak. Bisa dipelihara dan ternakkan di tempat seperti kontainer kecil.

Dilansir dari IDN Times, tingkat rasio antara berat pangan yang diberikan pada suatu hewan dibandingkan dengan berat hasil produk yang dihasilkan yang disebut Food Conversion Ratio (FCR) serangga sangat tinggi.

Perhitungannya contoh sapi butuh 6 kilogram makanan ternak untuk menhasilkan 1 kilogram daging sehingga sapi dikatakan memiliki nilai FCR 6. Jangkrik memiliki FCR satu kilogram pakan untuk 1 kilogram daging serangga.

Mungkin saat ini kita masih jijik dengan serangga tetapi dengan mengolah serangga menjadi berbagai macam produk seperti tepung serangga atau sosis serangga sehingga wujudnya tidak berbentuk serangga lagi.

Ikan Lele

Ikan lele memiliki daya hidup yang tinggi, mampu bertahan hidup dalam kondisi air yang buruk sekalipun. Sehingga ikan lele diprediksi akan menjadi salah satu sumber protein masa depan yang akan dipelihara oleh banyak orang di sekitar rumah.

Ikan lele juga memiliki nilai FCR 1:1 tergantung pemberian pakan dalam pemeliharaan.

Mikroalga
Kandungan nilai gizi dalam mikroalga sebanding dengan sayuran hijau. Tempat tumbuh mikroalga juga membutuhkan lebih sedikit tempat dibanding sayur dan tanaman hijau lainnya.

Mikroalga

Untuk memaksimalkan tempat dibuat kolam-kolam kecil bertingkat untuk memaksimalkan tempat. Dipanen secara periodik dan dijadikan bahan makanan dengan nilai gizi tinggi.

Besar kemungkinan dijadikan suplemen makanan dalam bentuk pil supaya kita mudah memakannya.

Singkong

Singkong Karet. (foto/sidomi.com)

Tanaman satu ini memang saat ini masih dijadikan bahan pokok tambahan selain padi dan gandum.
Kedepannya singkong akan menjadi tanaman harapan karena daya tumbuhnya yang tidak sulit dan sangat tahan terhadap kekeringan.

Tumbuhnya pun sangat mudah hanya ditancapkan batangnya maka singkong akan tumbuh dengan sendirinya. Tinggal menanti beberapa bulan siap untuk dipanen.

Sayuran Hidroponik
Keterbatasan lahan membuat banyak orang mulai mengembangkan pertanian hidroponik. Menanam sayuran tidak diperlukan lagi tanah bahkan bisa dilakukan dalam ruangan dengan bantuan lampu sebagai sumber penerangan pengganti matahari. Sangat membantu dan memudahkan untuk kontrol pertumbuhan sayuran. Tanaman hidroponik bisa ditanam secara bertingkat sehingga menghemat lahan tanam.

Sayur hidroponik

Sistem benih yang ditumbuhkan mungkin tidak akan banyak digunakan, di masa depan akan menggunakan sistem kultur jaringan. Satu potong jaringan tanaman bisa digunakan untuk menumbuhkan ratusan atau bahkan ribuan individu baru dengan karakter yang sama persis. Sehingga akan lebih mudah, efisien dan efektif.

Sistem pertanian masa depan akan banyak mengalami perubahan signifikan untuk membendung pertumbuhan populasi manusia di masa depan.

Oleh karena itu mulailah peduli dengan alam sekitar dengan hidup lebih bijaksana dalam mengelola bahan makanan pokok serta ikuti program pemerintah dengan hanya memiliki dua anak dalam satu keluarga. Belajar menghemat penggunaan energi fosil dan cintai lingkungan dengan merawatnya dan tidak mengotori.

Komentar
Terkini