56 Tahun Berkiprah di Kabupaten Wajo, HIPERMAWA Terus Berusaha Menjaga Eksistensi dalam Berpartisipasi Membangun Daerah

<p>Terkini.id – Di era sekarang ini peran serta dari semua elemen haruslah dimaksimalkan sebaik mungkin, terkhususnya bagi para mahasiswa dan pemuda yang berperan utama untuk mengelola dan membangun daerah sesuai dengan sumber daya alam dan manusia yang dimiliki. Hal ini tercantum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat.

Namun hari ini kesadaran akan hal tersebut semakin hari semakin hilang di benak mahasiswa era sekarang yang mungkin dipengaruhi oleh lingkungan yang memaksa kita untuk melupakan tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Semisal transformasi pola pikir yang belum tersentuh secara maksimal, terkhususnya bagi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kedaerahan, salah satu contohnya yaitu Himpunan Pelajar Mahasiswa Wajo (HIPERMAWA).

HIPERMAWA merupakan wadah bagi pelajar dan mahasiswa Kabupaten Wajo dalam berproses demi meningkatkan kualitas diri untuk masa yang akan datang.

Baca Juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Plt Gubernur Sulsel Imbau Warga Kurangi...

HIPERMAWA, organisasi yang berbasis kedaerahan hingga saat ini masih terus berusaha untuk menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Wajo sebagaimana pandangan wakil ketua umum HIPERMAWA Komisariat Majauleng Andi Muhammad Ihsan terhadap perjalanan HIPERMAWA yang menurutnya telah berhasil mencetak kader-kader berkulitas di tengah-tengah masyarakat.

“Perjalanan kelembagaan HIPERMAWA sampai saat ini sudah sangat panjang. HIPERMAWA telah melahirkan kader-kader yang berkualitas untuk tampil di berbagai bidang, baik itu di bidang pemerintahan maupun di tengah masyarakat pada umumnya,” demikian ungkapan Andi Muhammad Ihsan. 

Baca Juga: Luhut Minta Warga Ikut Aturan Pencegahan Covid: Jangan ke Luar...

Apa yang dikatakan oleh wakil ketua umum HIPERMAWA mengindikasikan bahwasanya transformasi pola pikir merupakan hal yang sangat penting bagi kita sebagai kaum intelektual yang hidup di era digitalisasi sekarang ini. Sebab di era inilah kita seakan-akan dipaksa untuk bergelut dengan berbagai sistem digital yang begitu sulit. 

Fenomena demikian tentu sangat penting untuk kita pikirkan dan persiapkan secara cermat oleh berbagai elemen organisasi terkhususnya di HIPERMAWA. Hal ini bertujuan untuk menunjang dan mengoptimalkan partisipasi dan pembangunan daerah dengan tetap berlandas pada nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki, sehingga daerah kita Kabupaten Wajo memiliki daya saing yang tinggi dengan daerah lainnya.
 
Menghadapi tantangan besar di masa yang akan datang, HIPERMAWA haruslah berfokus pada sistem kaderisasi yang betul-betul mengarahkan kadernya untuk melatih, mengembangkan wawasan dan mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menyesuaikan dengan perkembangan zaman sekarang ini. 

Tugas besar bagi organisasi kedaerahan seperti HIPERMAWA, yakni bagaimana terus memberikan ruang kepada kadernya untuk berekplorasi menimba ilmu dengan tujuan kembali ke kampung halaman untuk tampil memberikan sumbangsih dan kontribusi di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Wajo sebagai wujud pengabdian kita terhadap sesama.

Baca Juga: Luhut Minta Warga Ikut Aturan Pencegahan Covid: Jangan ke Luar...

Jadi di usia 56 tahun HIPERMAWA ini, seluruh kader yang notabenenya sebagai mahasiswa/i yang dihimpun dalam sebuah wadah seyogianya membuka cakrawala berpikir dan membangun kesadaran bahwa di kampung halaman, kita adalah duta rakyat dalam hal memfasilitasi proses transformasi budaya dan teknologi untuk membangun tanah kelahiran kita, Kabupaten Wajo.

 

Penulis: Andi Nasrullah 

Bagikan