59 warga Palestina tewas karena menolak Kantor Kedubes Amerika

Demonstran dari palestina membakar membakar ban tak jauh dari perbatasan Gaza-Israel pada Senin 14 Mei 2018.(AFP/MAHMUD HAMS)
Demonstran dari palestina membakar membakar ban tak jauh dari perbatasan Gaza-Israel pada Senin 14 Mei 2018.(AFP/MAHMUD HAMS)

Terkini.id, Gaza – Peristiwa berdarah kembali terjadi di Gaza, pada Selasa 15 Mei 2018. Sedikitnya 59 warga Palestina tewas akibat protes berujung bentrok.

AFP melaporkan, ada 2.700 orang korban luka-luka dalam peristiwa bentrokan berdarah itu.

Militer Israel menyebutkan, totalnya ada sekitar 40.000 warga Palestina yang melakukan aksi protes berujung bentrok.

Mereka berdemonstrasi sedikitnya di 13 lokasi.

Ke-40.000 warga Palestina tersebut, menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem, Ibu Kota Palestina yang dicaplok Israel.

Menarik untuk Anda:

Korban tewas tersebut termasuk di antaranya 8 orang anak di bawah usia 16 tahun.

Para demonstran dilaporkan berkumpul di dekat perbatasan dan melawan dengan melemparkan batu, hingga berusaha menerobos pagar.

Para demonstran yang tewas umumnya tertembak oleh tentara dan penembak jitu Israel.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas pun mengumumkan masa bekabung selama tiga hari.

“Hari ini, sekali lagi, pembunuhan terhadap warga kita masih terus berlanjut,” ucap Mahmoud Abbas.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdalih, aksi itu dilakukan demi melindungi perbatasannya.

Menurut Neyanyahu, setiap negara berkewajiban untuk melindungi perbatasannya.

“Kami akan terus melindungi kedaulatan dan warga negara kami,” katanya, seperti dilansir dari BBC. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) beralasan, prajuritnya menembaki orang yang terlibat dalam aktivitas menjurus terorisme, bukan kepada demonstran.

“Kami melihat ada tiga kelompok berbeda. Mereka mengenakan perlengkapan teroris dengan senjata, mencoba untuk menanam ranjau di tiga titik berbeda,” ucap juru bicara militer Israel, Jonathan Consricus.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Heboh Foto-foto Model Seksi di Situs Bersejarah Madinah, Diizinkan Pemerintah Saudi

Kabur dari China, Ahli Virus Ungkap Konspirasi WHO-Tiongkok soal Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar