6 Hal yang Akan Dibenahi Kemenhub Pasca Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat bertandang ke Pelabuhan Tigaras, 30 Juni 2018 kemarin
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat bertandang ke Pelabuhan Tigaras, 30 Juni 2018 kemarin

Terkini.id, – Pasca tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatra Utara, Kementerian Perhubungan semakin fokus memperbaiki kualitas transportasi angkutan danau dan sungai serta penyeberangan di danau tersebut.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat bertandang ke Pelabuhan Tigaras, 30 Juni 2018 kemarin menjabarkan beberapa hal yang akan dibenahi terkait perbaikan kualitas transportasi angkutan di Danau Toba.

Berikut ada enam yang akan dibenahi, diantaranya :

1. Ditjen Perhubungan Laut dan Darat akan melakukan ramp-check untuk kapal.

2. Kemenhub RI akan meniadakan kapal kayu dek 3, hal tersebut demi menjaga keseimbangan pada kapal.

3. Akan menghilangkan teralis di sebelah kanan dan kiri jendela kapal. Juga memperbesar atau melebarkan akses pintu ke dek 2 atau pintu keluar dan masuk.

Baca juga:

4. Kemenhub juga akan melakukan pembenahan pada ketertiban administrasi dan perbaikan regulasi. Selain itu pemerintah melihat dari sisi kemampuan dan keterampilan nakhoda harus ditingkatkan.

Sehingga Kementerian Perhubungan akan memberikan pelatihan bagi nakhoda di sekitar Dinas Perhubungam Provinsi dan tujuh kabupaten yang di Danau Toba.

Budi menghimbau kepada nakhoda di sini harus ada pengawasan ketat jangan sampai ada pengaruh alkohol atau semacamnya. Pelatihan bagi nakhoda tanggal 5 Juli nanti akan diberikan ke Dishub Provinsi atau tujuh kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba sehingga dia mempunyai keterampilan kesyahbandaran.

5. Kementerian Perhubungan akan memberikan handphone android untuk memantau cuaca di Danau Toba. Namun sebelumnya akan diberikan pengetahuan ke masyarakat tentang cara penggunaan handphone tersebut.

6. Kemenhub RI akan menyediakan repeater sebagai alat komunikasi di kapal penyeberangan. Alat Repeater itu penting karena harus ada komunikasi selama penyeberangan untuk memonitor.

Komentar

Rekomendasi

Andi Herry Iskandar Yakin Prof Yusran Bisa Lakukan Percepatan di Kota Makassar

Protokol New Normal Resmi Diterbitkan: Jarak Antar-karyawan Minimal 1 Meter

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Warganya karena Larang Salat Id Berjemaah

Kurva COVID-19 di Wilayah ini Landai, Berikut Kuncinya

Danny Pomanto: Kita Boleh Terlambat, Tapi Tidak Boleh Tertinggal Tangani Corona

Viral Pria Tua Diduga Gangguan Jiwa Dianiaya Dua Oknum Polisi

Hendak Antar Obat, Dua Petugas Medis Covid-19 di Papua Ditembak KKB

Polisi Tangkap Provokator Aksi Kericuhan Warga di Buol Saat Salat Idulfitri

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar