6 Sirup Legendaris di Daerah yang Laris saat Lebaran, Ada yang Buatan Belanda

Terkini.id – Mudik ke kampung halaman yang jauh, selalu membangkitkan sebuah memori. Salah satunya tentang minuman. Tepatnya sirup.

Banyak yang pulang ke kampung halamannya, dan mencoba makanan atau jenis minuman yang membuatnya kangen selama ini.

Hal itu karena minuman tersebut tidak dia temukan di tempatnya merantau. Sementara, memori tentang enaknya minuman tersebut, selalu terlintas di kepalanya.

Nah, di sejumlah daerah, banyak minuman sirup yang legendaris, yang sudah dari generasi ke generasi disukai.

Sirup-sirup tersebut bukanlah merek yang mendunia, dan dari produsen skala besar. Tapi buatan daerah. Sirup-sirup itu cuma produk lokal, namun bagi pemudik yang pulang kampung, rasanya lebih nikmat dari sirup-sirup merek terkenal sekalipun.

Apa saja sirup itu?

1. Sirup Kurnia

Sirup Kurnia (ist)

Pabrik Sirup ini pernah tutup sejak 1990 silam. Namun, bagi warga daerah Aceh hingga Medan, sirup ini selalu dirindukan.

Sirup legendaris ini menjadi kebanggaan Kampung Mulia, di Aceh. Bahkan saking dikenalnya, lebih dikenal dengan sebutan ‘Sirup Aceh’.

Pabrik sirup ini dibuat oleh seorang warga Tionghoa, Elias Hudaya. Sirup ini beraroma raspberry dengan rasa limun, dan warna merah mawar.

Selain ‘Sirup Aceh’, sirup ini juga dikenal sirup Cap Patung pada label merk di botolnya ada gambar patung Liberty. Dengan tulisan: Specie-Limonade Siroop.

Seperti sirup pada umumnya, sirup ini digunakan sebagai pengganti teh atau kopi untuk tamu, khususnya saat lebaran.

2. Sirup Tjampolay

Sirup Tjampolay

Sirup ini asli daerah Cirebon. Sirup ini sudah terkenal sejak tahun 1930-an. Sirup legendaris ini sudah jadi menu wajib para pemudik yang melintasi Pulau Jawa. Menjadi oleh-oleh lebaran.

Bagaimana sejarahnya? Nah, resep sirup ini konon lahir lewat mimpi penciptanya, Tan Tjek Tjiu. Pada 11 Juli 1936 silam.

Sejak Tan Tjek Tjiu, Sirup Tjampolay ini sudah sampai ke generasi ketiga, dan sering mengalami jatuh bangun.

Saat Generasi ketiga keluarga pembuat sirup ini, Tjampolay mulai terkenal ke mana-mana. Sejak 1990-an. Makanya nama Tjampolay jadi identik dengan nama sirup.

3. Sirup Kawista

Sirup ini menjual kesegaran buah kawista yang memiliki banyak manfaat. Legendaris juga. Salah satu cara untuk menikmati kesegaran serta manfaat buah kawista asli tentu dengan meminum sirup Kawista.

Sirup khas Rembang ini mempunyai rasa yang tergolong unik. Segar, legit serta aroma yang cukup menyengat. Anda yang mudik ke Rembang, pasti sudah akrab dengan sirup ini.

4. Siropen Telasih

Di Surabaya, sirup yang terkenal adalah Siropen Telasih Surabaya. Ini merupakan sirup pertama yang dikenal oleh orang Indonesia.

Mulai diproduksi sejak tahun 1923.
Didirikan oleh seorang Belanda bernama JC Van Drogele. Pabrik sirup ini ada di Jalan Mliwis no 5 Surabaya.

Pabrik dengan arsitektur kuno khas Belanda ini, hingga kini masih kokoh berdiri. Dulunya sirup ini cuma bisa dinikmati oleh kalangan terbatas.
Namun kini semua bisa menikmatinya.

Siropen Telasih Surabaya ada dua jenis. Pertama, Siropen Telasih yang terdiri dari 8 varian rasa: Jeruk Keprok, Mawar, Lychee, Frambosen, Melon, Vanili, Cocopandan dan Arbei.

Kedua, Siropen Gourmet. Untuk campuran kopi. Juga terdapat 8 varian rasa.
Antara lain hazelnut, caramel, vanila, mocha, rum, iris cream, mojinto mint dan chocolate.

5. Sirup Kartika

Merk sirup ini jagan sekali terlihat di televisi. Tapi soal rasa, sirup ini boleh diadu. Rasa manisnya yang khas, gulanya yang alami, membuatnya favorit untuk berbuka puasa.

Ada berbagai macam varian rasa seperti Cocopandan, Jeruk Keprok, Ice Cream Soda, Coffee Mocca, Strawberry, Lychee, Sirsat hingga Vanilla.

Hanya saja, Anda cuma bisa menemukan sirup ini di toko-toko ritel di daerah Jawa Tengah saja. Sirup ini selain untuk minuman, juga cocok dicampur dengan buah-buahan seperti es buah.

6. Sirup DHT

Bagi warga asal Makassar, minuman sirup wajib yang menjadi andalan di setiap rumah saat bulan Ramadan adalah Sirup DHT. Biasa juga dikenal dengan sirup pisang ambon.

Sirup ini digunakan untuk beragam sajian makanan, seperti campuran pisang ijo, es buah, dan lain-lain.

DHT dibuat dari bahan gula, air, dan bahan penambah cita rasa. Sebanyak 65 persen bahannya menggunakan gula. Sehingga bentuknya kental. Sirup DHT ini telah diproduksi selama puluhan tahun. Hingga saat ini masih tetap menjadi kegemaran di berbagai kalangan warga Kota Makassar.

Peminat sirup DHT bukan hanya berasal dari Makassar. Melainkan juga berada di luar Kota Makassar. Hal ini menjadikan sirup DHT menjadi oleh-oleh khas Makassar.

Saat bulan Ramadan, sirup ini banyak dijual di hampir semua toko di Makassar dan Gowa. Namun jika ingin mencari yang lebih murah, carilah di sekitar Jalan Syekh Yusuf Makassar.

Baca juga: 4 kisah persahabatan ikan dan manusia yang bikin nangis

Ini karena, dahulu Jalan Syekh Yusuf merupakan tempat pabrik sirup DHT beroperasi. DHT sendiri merupakan nama produsen sirup ini, yaitu CV DHT yang saat ini beralamat di Jalan Macanda, Tamarunang, Kabupaten Gowa.
Pengamat budaya Tiong Hoa Muhammad David Aritanto mengatakan, DHT adalah singkatan Dari Hasil Tenaga. Maksudnya bahwa sirup ini merupakan hasil olahan rumah tangga atau handmade.

Berita Terkait
Komentar
Terkini