7 kasus dukun yang bikin heboh Sulsel dalam dua tahun terakhir

pesugihan.net

Terkini.id, Makassar – Sejumlah kasus penipuan, hingga perilaku asusila di Sulawesi Selatan, yang terungkap, diketahui banyak terjadi dengan modus dukun.

Kasus-kasus yang banyak memakan korban materil dan nonmateril, kerapkali dilakukan oleh orang yang mengaku-ngaku sebagai dukun. Terkini.id menghimpun 7 di antara kasus yang bermodus dukun yang bikin heboh Sulsel.

1. Dukun pelaris usaha di Bone

Jajaran Polres Bone membongkar kasus penipuan dengan modus dukun, pada Sabtu 16 Desember 2017 silam. Warga Desa Waempubbu, Kecamatan Amali, Arif alias Arife bin Tanggi (44) yang selama ini dikenal sebagai dukun, dibekuk.

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, mengatakan, Arife sering menawarkan kepada korban dengan iming-iming usaha lancar. “Para korban pun menyerahkan sejumlah uang,” tutur AKBP Muhammad Kadarislam.

2. Dukun cabul asal Polman di Parepare

Pada Februari 2018 lalu, seorang kakek bernama Sahil berusia 65 tahun, ditangkap Polres Parepare karena diduga melakukan pencabulan terhadap siswi SMP di kota itu

Kapolres Parepare AKBP Pria Budi, menyebut, Sahil melakukan tindakan bejat itu dengan modus sebagai dukun. Sahil awalnya mengunjungi rumah korban, dan orang ‘pintar’. Kakek tersebut menawarkan obat pelaris dagangan kepada orang tua korban yang sehari-hari mencari rezeki sebagai pedagang.

Hanya saja, obat pelaris itu harus dicampur dengan air. Orang tua korban dan korban diminta untuk dimandikan oleh Sahil. Air bekas mandi itulah kemudian yang digunakan jadi obat pelaris dagangan.

Jahatnya, saat giliran korban dimandikan, Sahil mengunci kamar mandir dan mencium, memegang buah dada, dan alat kelamin korban. Aksi itu sudah empat kali dia lakukan.

3. Dukun pencuri di Luwu

Jajaran Polres Luwu Utara, mengamankan Baharuddin, warga Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, karena melakukan penipuan berkedok dukun. Dia diamankan di Luwu Utara, 2016 silam. Baharuddin beraksi bersama rekannya, Hendra.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Muh Endro menyebut, Baharuddin menjalankan aksinya dengan modus mengobati Manne, orangtua Ida Ayu dan Nursiah yang kemudian jadi korbannya.

Dia mengobati korban, dengan cara meminta emas untuk direndam ke dalam gelas berisi air. Air itu digunakan untuk mengobati korban. Untungnya, saat membawa lari emas korban, Baharuddin terjatuh dan dikeroyok massa.

4. Dukun cabul di Makassar

Seorang ayah HS (40), yang juga mengaku sebagai dukun, tega mencabuli anak tirinya berturut-turu dalam dua minggu. Peristiwa itu terjadi di Kerung-kerung, Makassar, Februari 2018.

Ceritanya bermula saat anak tirinya itu, sering bermimpi dilempari ayam oleh sepupunya sendiri. HS mengaku bahwa mimpi anak tirinya tersebut merupakan pertanda buruk. Harus segera diobati.

Dengan mengaku bisa mengobati IA, HS lalu meminta anak tirinya tersebut untuk bersiap pada malam harinya, sekitar pukul 23.00 Wita. Awalnya HS memegang kepala korban lalu meminta korban melepaskan celananya. Pelaku lalu mulai meraba-raba seluruh tubuh korban hingga ke bagian kemaluan korban.

5. Dukun pemerkosa di Pinrang

Seorang perempuan bernisial NI (19), dari Kecamatan Suppa, NI melaporkan Hb (26) yang beralamat di kampung Wekke’e Kota Parepare, karena sudah diperkosa.

NI mengaku berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi BBM di awal Pebruari 2016. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus perdukunan. Dengan menyampaikan kepada korban bahwa korban memiliki penyakit yang perlu segera diobati, NI akhirnya terpancing untuk datang menemui pelaku di rumahnya di Kota Parepare.

Saat bertemu itulah, korban diberi air untuk diminum oleh pelaku dengan alasan. Ternyata, air tersebut sudah dicampur obat bius, sehingga korban merasa lemas tidak bertenaga, dan pelaku pun melancarkan aksi bejatnya kepada korban.

6. Dukun tewas dipukul di Parepare

Seorang yang mengaku dukun, Haeruddin (50) tewas dibunuh oleh Tang, warga Kecamatan Bacukiki, pada November 2017 silam. Peristiwa ini bermula saat Haeruddin, mengaku sebagai orang pintar, bermaksud mengobati kakak Tang.

Namun, setiap kali datang mengobati, Haeruddin selalu minta uang, untuk doa. Menurut Tang, saat Haeruddin meminta uang, dia berjanji akan mengembalikan uang tersebut melalui bungkusan jimat yang dibuat olehnya.

“Jadi korban bilang uang yang dimintanya itu akan kembali melalui bungkusan jimat yang dia buat. Namun syaratnya harus dibuka 40 hari. Namun saat 40 hari tiba, uang yang dimaksud tidak ada di dalam bungkusan jimat, yang ada hanya lembaran kertas,” cerita Tang di Polres Parepare. Akibat penipuan itu, pelaku mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 6 juta dan satu gram emas.

Saat menagih janji Haeruddin, saat itu Haeruddin yang ditagih membentaknya. Sehingga Tang secara refleks memukulnya dan menganiayanya dengan batu hingga tewas.

7. Dukun modus Tolak Bala di Bone

Seorang dukun yang bermaksud ingin melakukan ritual tolak bala (menghindari bencana) di Bone, malah memperkosa pasiennya.Dukun berinisial AS, 38 tahun dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bone, lantaran diduga memperkosa pasiennya yang berinisial JM yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Kisah itu berawal dari kedatangan AS ke rumah korban, di kawasan Lingkungan Bakae, Kelurahan Mattiro Walie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Selasa, 30 Januari 2018 lalu.

Saat itu AS bertemu dengan orangtua JM di dalam rumah. AS langsung memasang beberapa buah lidi dan dipasang di sudut-sudut rumah korban dengan dalih, untuk menolak gaib atau tolak bala. Namun setelah itu, AS meminta korban untuk duduk di depannya.

Berita Terkait