7 ungkapan khas orang Makassar, sering diucapkan sehari-hari

7 ungkapan khas orang Makassar yang sering diucapkan dalam pergaulan sehari-hari. (Foto/Terkini.id)

Terkini.id, – Kota Makassar memiliki aneka ragam budaya dan ciri khas mulai dari kesenian, ritual, bahkan logat khas tersendiri. Berbagai ragam budaya tersebut telah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali logat khasnya.

Terkadang, logat orang Makasssar banyak mengandung unsur yang tidak baku secara kaidah bahasa Indonesia atau lebih dikenal dengan istilah Okkots.

Selain itu juga banyak ungkapan khas orang Makassar yang acap kali digunakan dalam berkomunikasi dan pergaulan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, pertemanan, maupun percintaan.

City of Makassar

Berikut 7 ungkapan khas orang Makassar dalam kehidupannya sehari-hari.

1. Matemija !

Baca juga:

Matemija! kalo diartikan secara harfiah berarti agak sulit. Tapi kurang lebih sebenarnya adalah ungkapan kaget, terperanjat, teringat sesuatu, atau bisa juga sebagai ungkapan sopan tapi menyindir.

2. Nagigimakie

Ini ungkapan lucu yang mungkin berasal dari main gigit-gigitan antar teman di jaman dulu kala, tapi artinya sekarang telah berubah lebih ke arah sindiran tapi hanya untuk bahan bercanda antar teman yang lebih hebat, lebih jago atau lebih dari dirinya.

3. Apaji !

Ungkapan ini kurang lebih artinya apa dong! (pakai tanda seru jadi bukan kata tanya). Tapi seperti ungkapan Makassar lainnya, bisa juga dipakai dalam kondisi lain, misalnya dipakai sebagai ungkapan kekecewaan karena berharap sesuatu tapi tidak jadi.

Anak gaul Makassar

4. Ndataukdeh !

Kurang lebih artinya sama dengan ; tak taulah! emang gw pikirin!. Diungkapkan dengan mimik cuek dan agak cemberut karena merasa terganggu atau dengan tampang malas menjelaskan.

5. Ewako !

Berasal dari kata rewako! yang artinya beranilah! idiom khas Makassar untuk keberanian.

Ewako. (Foto/Terkini.id)

6. Majuko gondronk !

Dulu di jaman 80-90an banyak orang berambut gondrong (bukan cuman mahasiswa saja) dan anggapan orang kalau gondrong berarti rewa (berani), maka dari itu muncul istilah majuko gondrong!

Istilah ini biasanya juga dipakai untuk memprovokasi orang yang lagi berkelahi karena yang mengungkapkannya sendiri tidak berani maju berkelahi.

7. Tenamo !

Ungkapan ini artinya penolakan atau bentuk kekecewaan. ‘Tenamo’ bisa berarti tidak, bisa juga berarti tidak jadi, atau tidak bisa diharapkan.

Nah itulah 7 ungkapan atau istilah gaul orang Makassar yang acap kali terlontar di pergaulan sehari-hari warga Makassar.

Komentar

Rekomendasi

[Cerpen] KKN di Tanah Majis Beradat

Gubernur Anies Sebut Perayaan Cap Go Meh Perkuat Persatuan Warga

Cheng Ho, Bahariawan Muslim Tionghoa yang Berjasa Sebarkan Islam di Nusantara

Opera Beijing, Seni Mahakarya Tiongkok yang Diakui Dunia

Dicekal Orba, Saat Ini Barongsai Lebih Banyak Dimainkan Non Tionghoa

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar