AAN-TBL kikis elektabilitas kandidat lain

Terkini.id, Makassar – Populi Center merilis hasil surveinya untuk Pilgub Sulsel, Kamis, 1 Februari, hari ini. Survei yang dilakukn rentang 15 Januari hingga 22 Januari itu memperlihatkan kondisi perpetaan politik di Sulsel.

Uniknya, dalam satu bulan terakhir, Populi Center menemukan adanya pergerakan elektabilitas sejumlah kandidat. Pergerakan elektabilutas ini dipengaruhi munculnya pasangan Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo.

“Kemunculan Agus Nu’Mang dan Tanribali Lamo membuat elektabilitas Nurdin Halid – Qahhar Mudzakkar dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar turun,” seperti yang dirilis Populi Center melalui populicenter.org, siang ini.

Dalam rilis itu, juga dijelaskan jika dari sisi popularitas 8 tokoh, Ichsan Yasin Limpo berada di posisi pertama dengan persentase 75,9 persen. Kemudian disusul oleh Agus Arifin Nu’mang (72 persen), Nurdin Halid (68,9 persen), Nurdin Abdullah (67,1 persen), dan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (61,8 persen).

Dari segi akseptabilitas, nama Nurdin Abdullah menjadi tokoh yang paling banyak dipilih di hampir semua kategori. Sementara Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menempati posisi pertama untuk tokoh yang paling religius.

Dari sisi elektabilitas berpasangan, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman menduduki peringkat pertama sebagai pasangan yang akan dipilih dengan persentase 32 persen. Persentase ini cukup jauh jaraknya dengan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang memperoleh perolehan suara 20,3 persen di posisi kedua. Sementara itu diperingkat ketiga ialah pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar yang mendapatkan dukungan keterpilihan sebesar 17 persen. Adapun, pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo berada pada urutan keempat dengan persentase 10,9 persen.

“Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 800 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat dengan margin of error +/- 3,39 persen,” jelas Populi Center dalam rilis itu.

Provinsi Sulawesi Selatan menjadi daya tarik tersendiri mengingat Sulawesi Selatan merupakan provinsi paling berpengaruh secara ekonomi dan politik di Indonesia bagian Timur. Populi Center melalukan riset di 80 desa dan kelurahan yang ada di Sulsel. Sejauh ini, Makassar diperkirakan akan menjadi titik poin perebutan suara di Pilgub Sulsel. Daerah ini dikenal dengan jumlah suara terbanyak dibanding dengan daerah lain.

Ada pun untuk tingkat kemantapan pilihan masyarakat Sulawesi Selatan, 52,8 persen menyatakan sudah mantap dengan pilihannya. Sementara itu, persentase responden yang mengaku masih mungkin berubah dengan pilihannya tercatat 24,4 persen. “Hal ini berarti masih terbuka peluang bagi pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitasnya dari kategori masyarakat yang  mengatakan masih belum mantap dengan pilihannya tersebut,” tambahnya.

Sementara dari sisi Partai Politik, Golkar masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi di Sulawesi Selatan. Apabila pemilihan legislatif diadakan hari ini, maka Golkar akan menjadi pemenangnya dengan persentase 33,8 persen. Selanjutnya, PDIP menempati posisi kedua dengan persentase 10,3 persen dan Gerindra pada posisi ketiga dengan persentase 8,1 persen.

Untuk pengetahuan tentang Pilkada Sulawesi Selatan 2018, sebanyak 67,4 persen masyarakat mengetahui adanya Pilkada Sulawesi Selatan pada 27 Juni 2018 mendatang. Sejalan dengan itu, keinginan masyarakat Sulawesi Selatan untuk berpartisipasi dalam pilkada sangat tinggi yaitu sebesar 95,5 persen responden menjawab akan ikut memilih.

Berita Terkait
Komentar
Terkini