Abu Tour Rugikan Jamaah Rp 1,6 triliun, Asetnya Hanya Rp 8,1 Miliar

Ratusan jamaah Abu Tour mengikuti proses tindaklanjut pembagian aset perusahaan yang berlangsung di Pengadilan Niaga Makassar, Jumat 31 Januari 2020.

Terkini.id — Seluruh aset Perusahaan Travel Umroh, Abu Tour telah diappraisal atau penilaian dari Tim Kurator Abu Tour. 

Abu Tour telah dinyatakan pailit atau bangkrut, total aset senilai Rp8,1 miliar. Sementara total kerugian Rp1,6 triliun dari jamaah berjumlah 96 ribu orang di 15 Provinsi di Indonesia.

“Yang sudah diappraisal itu nilainya Rp8,1 miliar. Tapi belum diserahkan ke kami. Nanti kalau sudah diserahkan langsung appraisal,” kata Ketua tim kurator ABU Tours Tasman Gultom pada tindaklanjut pembagian aset perusahaan Abu Tour yang berlangsung di Pengadilan Niaga Makassar, Jumat 31 Januari 2020.

Pada tindaklanjut tersebut, Tim kurator melibatkan agen, mitra hingga jamaah dilibatkan dalam pertemuan pembahasan aset tersebut. 

Tasman Gultom menambahkan, aset Abu Tour senilai Rp8,1 miliar itu terdiri dari dua rumah toko, 36 unit mobil, 6 motor dan dua apertemen yang sebelumnya disita oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. 

“Asetnya itu tersebar di tiga daerah di Indonesia. di Makassar, aset juga ada di Kendari dan Jakarta. Sisa aset lainnya belum diserahkan oleh pihak kejaksaan, karena aset tersebut masih dalam proses inventarisir,” ungkapnya. 

Tasman menambahkan, tim kurator bakal terus berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan agar aset-aset perusahaan yang berperkara bisa secepatnya dirampungkan, mengingat korban yang berjumlah 96 ribu lebih menunggu kepastian. 

“Ini masih proses dan baru berjalan setahun. Kalau kami ini sih cepat. Rencanaya masih dikoordinasikan secepatnya,” ujar Tasman

Empat terpidana pimpinan struktural dalam kasus ini adalah Hamzah Mamba sebagai CEO ABU Tours yang telah divonis bersalah dengan kurungan penjara selama 20 tahun. 

Nursyariah Mansyur yang menjabat sebagai komisaris utama, dihukum penjara selama 19 tahun. 

Hasim Sanusi sebagai manajer keuangan dihukum 16 tahun penjara dan Chaeruddin sebagai manajer marketing dihukum 14 tahun penjara.

Komentar

Rekomendasi

Dua Wilayah Terkena Dampak Pengerjaan Pipa Distribusi Perumda Air Minum Kota Makassar

Iqbal Sebut Kunjungan Pejabatnya ke Kemendagri Bukan Urus Mutasi

Sensus Penduduk Pakai Sistem Online, Begini Penjelasan Akademisi dan Diskominfo

Gandeng PLUT Sulsel, Naka Nusantara Gelar Pelatihan Fasilitator UMKM

Unjuk Rasa Tolak Kebijakan PD Parkir Makassar

Ini Empat Calon Direksi Perumda Air Minum Makassar yang akan Dilantik, Hamzah Ahmad Calon Dirut

Appi Optimis Diusung PPP di Pilwali Makassar 2020

Peduli Isu Lingkungan, Makassar Digital Valley Gelar Program Green Network

Hadir di Seminar Nasional Educare, Deng Ical Bicara Tantangan Tenaga Kesehatan Era 4.0

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar