ACC Desak Kejari Parepare Tuntaskan Kasus Obat

Terkini.id, Parepare – Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi menyoroti kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare terkait penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan obat tahun 2017 dalam lingkup RSUD Andi Makkasau.

Temuan penyidik Kejari Parepare, kerugian negara atas kasus tersebut mencapai Rp2,2 miliar, dari total pengadaan Rp25 miliar.

Sejak bulan Maret 2018 lalu, Muh Yamin(Mantan PLT Direktur RSUD Andi Makkasau), Taufiqurrahman dan Syukur telah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini pihak Kejari belum melimpahkan kasus ini ke pengadilan.

Wakil Direktur Badan Pekerja ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengatakan penanganan kasusnya sangat lambat olehnya itu Kejari Parepare harus berani membongkar dan menuntaskan kasus ini secara lengkap.

“Olehnya itu kejaksaan harus berani mengambil sikap untuk penanganan kasus ini, kami juga berharap kejaksaan tidak masuk angin dalam penanganan kasus ini,” kata Kadir saat dikonfirmasi, Kamis 20 Juni 2019.

Pasalnya, kata Kadir kasus ini jadi perhatian publik dan ada masalah serius karena ada peran pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan dibalik kasus ini.

“Dalam kasus ini seharusnya Kejaksaan tidak masuk angin dalam penanganan kasus ini,” tambahnya.

Dalam kasus ini, Kejari Parepare terkesan lambat dalam penanganan kasus dugaan korupsi dan sengaja mengulur mengulur kasus ini hingga setahun lebih.

“Kami akan terus mengawal kasus ini dan memantau proses penanganannya,” tegasnya.

Langkah yang diambil ACC lantaran terdapat potensi ketidakseriusan jaksa dalam penuntasan kasus tersebut.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Parepare

Pemkot Parepare Siapkan Armada Callnak Centre

Terkini.id, Parepare - Pemerintah Kota Parepare akan menganggarkan pengadaan mobil atau armada untuk memaksimalkan pelayanan program CallNak Centre.Sedikitnya dua buah armada akan dianggarkan pada
Parepare

SMP Negeri 13 Parepare Sepi Pendaftar

Terkini.id,Parepare - Salah satu sekolah di kota Parepare mengalami penurun jumlah pendaftar pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019, adalah Sekolah Menengah Pertama