Ada Kejanggalan di Pemilihan Kades Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto-Pemilihan Kepala Desa serentak yang dilaksanakan di 32 Desa se Kabupaten Jeneponto telah selesai. Banyak hal terjadi pada momentum enam tahunan tersebut, diantaranya rasa gembira, suka maupun duka.

Dihari pencoblosan, masyarakat berbondong-bondong berpartisipasi menyalurkan hak pilih mereka pada Selasa, 5 Nopember 2019 di Jeneponto. Seperti halnya yang terjadi di Desa Bulusibatang, Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Masyarakat begitu antusias berpartisipasi, meningkat begitu drastis hingga 85% dalam memilih calon Kepala Desa 6 tahun kedepan.

Sebagaimana dituliskan Pengurus DPP Garuda Kibar Nusantara, ada keganjilan dalam pemilihan yang dilakukan oleh penyelenggara, seperti tidak adanya transparansi undangan yang disebar, jumlah kertas suara yang terpakai dan tersisa, jumlah pemilih tambahan dan sebagainya.

Basri salah satu tokoh masyarakat Bulusibatang mengatakan, ada hal yang aneh dalam pilkades kali ini. Dimana panitia menutup-nutupi penyelenggaraan mulai dari data penyebaran undangan bahkan sebelum perhitungan panitia juga tidak menyampaikan jumlah DPT yang datang memilih dan jumlah kertas suara yang terpakai/tidak terpakai serta jumlah pemilih tambahan pun tidak disampaikan ke para saksi.

Lanjut dia, Dalam mekanisme pemilihan seharusnya panitia penyelenggara transparan baik mengenai jumlah DPT, undangan pemilih hingga kertas suara.

“Nah, ini tidak dilakukan oleh panitia semua serba ditutup-tutupi. Bahkan yang terparahnya lagi ada beberapa undangan yang tidak ditahu kemana setelah terkumpul dipanitia, “tambah Basri

“hal ini mestinya menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) dan Pemerintah Daerah,” ulas Pengurus DPP Garuda Kibar Nusantara.

“Dan kami akan menduduki kantor dinas PMD, kantor bupati dan DPRD kab. Jeneponto menuntut agar pemilihan diulang. Jangan rampas hak demokrasi kami dengan cara-cara yang tidak benar,”tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini