Ada Kios Diperjualbelikan di Kanrerong, Muh Said: Kabar Itu Palsu

Kepala UPTD Kanrerong ri Karebosi Muhammad Said
Kepala UPTD Kanrerong ri Karebosi Muhammad Said

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Evi Aprialty menegaskan tak ada jual beli di kios Kanre Rong ri Karebosi.
Penegasan ini ditujukan kepada para pedagang yang ingin berjualan di lokasi tersebut.

Terkait isu yang beredar di masyarakat dengan adanya kios di Kanre Rong yang diperjualbelikan, Evi menyarankan untuk segera melapor ke Inspektorat jika itu benar.

Laporan tersebut, kata dia, harus secara tertulis. Evi beralasan, laporan secara tertulis bisa digunakan sebagai dasar menegur ke UPTD terkait.

“Saya tanya UPTD-nya selama ini tidak ada yang diperjualbelikan, tapi ada katanya pedagang yang membeli. Jadi perlu pembuktian itu, saya minta secara tertulis dari pedagang. Karena harus ada tertulis supaya dilaporkan,” kata Evi, Kamis, 19 September 2019.

Hingga saat ini pihak UPTD mengelola Kanre Rong. Aturan penggunaan Kanre Rong pun jelas tercantum di Perwali, antara lain tidak boleh dibayar, tidak boleh dipindahtangankan, tidak boleh tinggal di sana, tidak boleh diubah, tidak boleh disewa, dan tidak boleh dijual.

“Saya sampaikan ke pedagang, kalau pun terbukti diperjualbelikan, nanti diproses. Kalau ada itu, Diganti atau di apakan, tergantung kebijakan,” tegasnya.

Sementara, Kepala UPTD Kanrerong ri Karebosi Muhammad Said menegaskan, jika isu yang beredar tersebut tidak benar adanya. Apalagi informasi itu beredar bersamaan dengan kuitansi yang tidak dia tandatangani.

“Yang melakukan itu adalah atas nama Jufri, sementara itu orang tidak punya sama sekali kepentingan di Kanrerong, tetapi dikwitansi yang beredar itu kenapa dia yang tandatangan,” ujar Said saat ditemui di Kanrerong.

Menurutnya, Jufri mengambil kesempatan untuk menyewakan kios di kanrerong. Said mengatakan oknum tersebut pernah ia pekerjakan sebagai penjaga WC Umum di kanrerong.

“Jufri itu penjaga kamar mandi, pernah saya pekerjakan. Tapi karena perna terjadi gesekan, saya keluarkan setelah itu dia berulah mempersewakan lods disini,” ucapnya.

Ia hanya meminta agar oknum yang menyebar isu adanya jual beli kios di Kanrerong terhadap pengelola untuk membuktikan tudingannya.

“Sudah pantau ke pedagang, sekarang ini tidak boleh ada kios dikontrakkan karena ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang merajalela,” pungkasnya.

“Sekali lagi, terkait dengan kwitansi yang beredar, saya bisa memastikan bahwa itu palsu. Ini pencemaran nama baik,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini