Masuk

Ade Armando Salahkan Suporter Soal Tragedi Kanjuruhan, Aremania: Sok Tahu!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pernyataan pegiat media sosial Ade Armando yang menyalahkan suporter Arema FC atau Aremania terkait terjadinya tragedi Kanjuruhan, menuai sorotan publik.

Menanggapi pernyataan Ade Armando, salah satu Aremania yakni Ambon Fanda menilai dosen ilmu komunikasi UI itu sama sekali tak mengetahui kondisi di dalam lapangan saat tragedi Kanjuruhan itu terjadi.

Oleh karena itu, Ambon Fanda menyebut Ade hanya sok tahu dan meminta publik untuk menghiraukan pernyataan yang bersangkutan.

Baca Juga: Ade Armando Prediksi Anies Baswedan Akan Libatkan Politisasi Islam di Pilpres 2024

“Saya no comment sama buzzer-buzzer seperti itu. Mereka yang tidak pernah masuk stadion dan tidak ada dalam lokasi saat itu, sok tahu dengan keadaan di dalam. Makannya nggak usah ditanggepin orang-orang seperti Ade Armando,” kata Ambon Fanda dikutip dari detik.com pada Selasa 4 Oktober 2022.

Menurut Ambon, menanggapi pernyataan orang-orang yang tidak mengetahui kejadian sebenarnya terkait tragedi itu sama halnya membuang-buang waktu.

Selain itu, ia juga menilai Ade Armando bukanlah orang yang paham dengan sepak bola apalagi mengerti dengan aturan regulasi pesepakbolaan.

Baca Juga: Ade Armando Sebut Kubu Anies Memang Memalukan dan Mempermalukan Anies, Ada Apa?

“Orang nggak tahu dengan kondisi lapangan, kenapa kok sok tahu, nggak ngerti regulasi kok sok tahu,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Ade Armando menyalahkan pihak suporter Arema FC atau Aremania terkait terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 129 orang.

Ade Armando pun menilai, pangkal masalah tragedi Kanjuruhan yakni lantaran suporter Arema sok jagoan dengan gaya preman masuk ke lapangan.

Hal itu disampaikan Akademisi Universitas Indonesia tersebut lewat videonya yang tayang di kanal YouTube Host TV.

Baca Juga: Ade Armando Kecewa Kader PDIP Geruduk Desmond

“Yang jadi pangkal masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan, melanggar semua peraturan dalam stadion dengan gaya preman masuk ke lapangan,” ujar Ade Armando.

Lebih lanjut, Ade menilai polisi sudah melakukan tugas dan kewajibannya mulai dari meminta jam pertandingan digelar lebih awal hingga pembatasan penonton sesuai dengan kapasitas stadion.

Akan tetapi, kata Ade Armando, pihak panitia pertandingan malah melanggar imbauan pihak kepolisian itu dengan menjual tiket melebihi kapasitas stadion.

“Yang jadi masalah adalah kelakuan suporter Arema memang tidak semua, menurut polisi yang menyerbu lapangan hanyalah tiga ribu orang. Tapi itu sudah cukup memporak-porandakan keadaan,” ujarnya.