Adian Napitupulu Putar Rekaman CCTV: Petugas KPK Langsung Pergi saat Ditanyai Satgas PDIP

Terkini.id, Jakarta – PDIP terus menggencarkan upaya untuk menerangkan kejadian sebenarnya di balik isu penggerebekan yang gagal dilakukan KPK.

Politikus PDIP Adian Napitupulu sampai membuka rekaman cctv detik-detik kedatangan tim KPK ke kantor DPP PDIP.

Seperti doketahui, Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota KPU, Wahyu Setiawan terkait kasus suap, ikut menyeret dua kader PDIP, hingga membuat kantor partai banteng tersebut mendapat kunjungan tim KPK.

Saat itu, beredar informasi mengenai tim KPK yang dihalang-halangi saat berada di DPP PDIP.

Dalam kasus tersebut, ada 4 orang sebagai tersangka, yaitu Wahyu Setiawan sebagai Komisioner KPU, Agustiani Tio Fridelina sebagai orang kepercayaan Wahyu Setiawan dan juga mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu, Harun Masiku sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP, dan Saeful sebagai swasta. Wahyu dan Agustiani sebagai penerima suap, sedangkan Harun dan Saeful sebagai pihak pemberi suap.

Pemberian suap untuk Wahyu diduga untuk membantu Harun dalam pergantian antarwaktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019.

Akan tetapi, dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Mengenai kedatangan tim KPK ke kantor PDIP itu lantas dibawa-bawa Adian dalam diskusi ‘Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?’ pada Minggu (19/1). Dia membawa rekaman CCTV saat peristiwa tersebut.

“Saya minta putar videonya. Kita lihat sama-sama, yang pakai topi, KPK. Kalau dari letaknya sepertinya ini di parkiran bawah DPP PDI Perjuangan. Yang pakai topi putih KPK, yang pakai kaus putih satgas DPP PDI Perjuangan,” kata Adian dikutip dari detikcom.

Adian mengatakan, dalam rekaman video CCTV, ada enam orang yang di antaranya mengaku dari KPK. Dia menegaskan tak ada keributan yang terekam oleh kamera CCTV di kantor PDIP.

“Dari posisi ini, hanya ada enam orang di lokasi. Dari posisi apakah terjadi keributan? Tidak ada. Kertas yang dipegang oleh orang yang mengaku dari KPK,” ujar Adian.

“Ya kira-kira dia bicara ‘saya dari KPK’, gitu, datang satgas ‘surat tugasnya ada nggak?’ Begitu ditanya, tidak ada, dia pergi. Keributannya di mana? Nggak ada. Sebagai satgas, siapa pun yang datang wajib untuk ditanya, kamu siapa? Datang untuk ngapain? Mau ketemu siapa? Kalau dia bilang dari KPK, surat tugasmu mana? Surat perintahmu mana?” tuturnya.

Sebenarnya KPK pun sudah memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar pada Kamis (9/1) menegaskan saat itu tim KPK dibekali surat tugas lengkap.

“Sebetulnya begini bahwa tim lidik KPK itu tidak ada rencana menggeledah karena itu kan pada tindakan penyidikan, nah sementara ini kan masih dalam penyelidikan,” ujar Lili dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020).

Dalam hukum acara, tindakan penggeledahan memang hanya dapat dilakukan pada tahap penyidikan. Sedangkan saat OTT terjadi KPK melakukan serangkaian tindakan penyelidikan.

Kembali pada keterangan Lili. Saat itu tim KPK sudah berada di kantor DPP PDIP untuk memasang segel berupa KPK Line.

“Sebetulnya tim penyelidik ini hanya ingin mengamankan lokasi, jadi kayak model KPK Line dan sebetulnya mereka juga dibekali surat tugas dalam penyelidikan dan kemudian itu lengkap surat tugasnya,” kata Lili.

Tim KPK itu disebut Lili sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan DPP PDIP. Namun pihak keamanan DPP PDIP menghubungi atasannya.

“Tetapi sekuriti itu mencoba menghubungi atasan mereka dan terlalu lama kemudian teman-teman ini harus berbagi untuk mencari… menempatkan KPK Line di tempat objek-objek yang lain sehingga kemudian ini ditinggalkan,” ucap Lili.

Namun Lili memastikan setelah ini KPK akan melakukan tindakan hukum berkaitan dengan kasus tersebut karena status penanganan perkara sudah ditingkatkan ke penyidikan. Lili pun menepis soal isu gagalnya penggeledahan di DPP PDIP.

“Jadi bukan gagal atau tidak dapat melakukan penggeledahan karena bukan tindakan penggeledahan dilakukan,” ucap Lili.

Komentar

Rekomendasi

Dijagokan di Pilkada Bulukumba, Ini Prestasi Pipink untuk Nasdem

Pulang dari Baksos di Cindakko, Mahasiswi Universitas Mega Rezky Hilang Diduga Hanyut

Tagih Utang, Pria Diduga Debt Collector Ini Caci Maki Tentara dengan Nama Binatang

Sebut Wanita Bisa Hamil Saat Berenang, Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty Minta Maaf

Videonya Viral, Satpam yang Usir Bapak Penjual Parfum dengan Kasar Minta Maaf

Gara-gara Bungkusan Makanan, Emak-emak Ini Tampar Penumpang Kereta

Perkuat Image Safety Riding, Astra Motor Makassar Gencarkan Kampanye #Cari_aman

Benarkah Sperma Bisa Berenang di Kolam dan Membuat Hamil seperti Kata Anggota KPAI?

Dua Lagi Jenazah Dievakuasi Tadi Subuh, Basarnas: Semua Korban Susur Sungai Sudah Ditemukan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar