AGRA Bulukumba kecam penangkapan petani di Mempawah Kalbar

Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA)

Terkini.id, Bulukumba – Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Cabang Bulukumba mengecam penangkapan paksa terhadap salah seorang petani bernama Ayub oleh Kepolisian Resort Mempawah pada hari Selasa 22 Februari 2018 lalu.

Ketua AGRA Bulukumba, Rudi Tahas mengatakan, penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian Mempawah, kepada Ayub merupakan sebuah penculikan.

Hal ini karena saat kejadian tidak diperlihatkan surat tugas penangkapan. Ayub ditangkap saat tengah tidur sekitar pukul 24.00 WITA, Selasa 22 Februari 2018 di Kantor Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Wilayah Kalimantan Barat di Jl Ampera Raya Komplek Villa Mega Mas Nomor 12 B.

“Penangkapan Saudara Ayub dilakukan oleh 6 (enam) orang berpakaian preman yang diantar oleh Ketua RT (rukun tentangga) tanpa menjelaskan identitas diri dan tidak menunjukan surat  tugas”, jelas Rudi Tahas kepada terkini.id, lewat pesan via wa, Kamis 1 Maret 2018.

Dia juga menyayangkan sikap arogansi aparat yang tidak mengijinkan rekannya yang merupakan Ketua Agra Kalimanta Barat Wahyu Setiawan bersama Esti Kristianti dari Pusat Bantu Hukum Kalimantan Barat (PBHK) yang ingin membesuk sekaligus akan memberikan pendampingan bantuan hukum.

Olehya itu, AGRA Bulukumba mengecam tindakan sewenang wenang pihak aparat kepada rekan Ayub,dan juga menuntut pihak Polres Mempawah untuk segera membebaskan Ayub tanpa syarat.

Selain itu, AGRA Bulukumba juga mendesak kepada Kapolri,Ombudsman RI dan Kombas HAM melakukan investigasi terkait kasus ini.

Ayub sendiri adalah salah seorang petani dari desa Olak-olak Kecamatan Kubu Kabupaten Kuburaya Propinsi Kalimantan Barat yang tengah bersengketa dengan PT Cipta Tumbuh Berkembang dan PT Sintang Raya.

Sebelumnya, Ayub pernah dilaporkan terkait kasus pencurian tandan buah sawit oleh pihak perusahaan, padahal menurutnya dirinya mengambil dan menggrap di lahannya sendiri.

Konflik beruapa sengketa lahan antara  warga Desa Olok-olok dengan perusahaan sudah terjadi sejak tahun 2013,dan semenjak konfkik tetjadi sydah ada 46 warga lainnya yang dikrimjnalisasi karena dituduh melakukan pencurian.

Berita Terkait