Masuk

Ahli Ungkap Mayoritas Pasien Varian Omicron Usia 40 Tahun ke Bawah

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Ahli ungkap mayoritas pasien varian Omicron usia 40 tahun ke bawah. Mutasi Covid-19 varian baru Omicron kini tengah menguras tenaga dan pikiran para ahli. Pasalnya, varian yang menular perdana di Afrika Selatan ini diklaim lebih cepat menular dibandingkan virus akut sebelumnya, yaitu varian Delta.

Menurut para ilmuwan di Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) yang menemukan varian Omicron dari Botswana ini mengungkapan, sebagian besar pasien varian Omicron berusia 40 tahun ke bawah.

Sehingga, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organizzation (WHO) dan lembaga nasional lainnya juga terus memantau varian baru virus corona tersebut.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Kemenkes Catat Mayoritas Pasien di Usia Produktif

Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan dr Angelique Coetzee memberikan pembaruan terkait perkembangan varian Omicron pertama yang signifikan.

Angelique Coetzee sendiri mengaku sudah menerima tujuh pasien yang tertular varian Omicron sejak 18 November 2021 lalu. Dalam pengalamannya, sebagian besar pasien varian Omicron tersebut berusia 40 tahun ke bawah.

Kendati demikian, ia melihat pasien varian Omicron itu hanya mengalami gejala ringan dan tidak mengkhawatirkan.

Baca Juga: Perayaan Akhir Ujian Sekolah Menewaskan 21 Siswa di Klub Malam Afrika Selatan

“Keluhan klinis yang paling dominan adalah kelelahan selama satu atau dua hari,” beber Angelique Coetzee, seperti dikutip dari Express via Suara.com, jejaring Terkini.id, Selasa 7 Desember 2021.

Menurutnya, para pasien juga mengeluhkan sakit kepala dan nyeri tubuh yang cukup berkaitan dengan infeksi virus corona Covid-19 seperti lazimnya.

Kendati ada sedikit kekhawatiran di antara orang dewasa saat ini, NICD menemukan adanya peningkatkan kasus rawat inap di antara bayi yang berusia di bawah dua tahun.

Sebuah rumah sakit di Tshwane, provinsi Gauteng Afrika Selatan, mendokumentasikan kondisi 52 pasien bayi yang rawat inap antara 14-28 November 2021.

Baca Juga: Omicron BA 4 dan BA 5 Beredar di Indonesia, Kemenkes: Mungkin Pertengahan Juli

Kendati demikian, dokter belum bisa mengidentifikasi infeksi virus corona Covid-19 yang menyerang anak-anak itu didominasi varian Omicron atau tidak.

Terlepas dari itu semua, jumlah pasien anak-anak yang mengalami infeksi parah akibat virus corona lebih rendah ketimbang orang usia di atas 60 tahun.

Ketika penyelidikan berlanjut ke varian baru virus corona, para ilmuwan telah memperingatkan hal itu dapat menjadi strain yang dominan.

Dr Rochelle Walensky, direktur Centers for Disease Control (CDC), badan kesehatan masyarakat nasional Amerika Serikat (AS), mengatakan ada kemunginan varian Omicron ini bisa mengalahkan varian Delta.

“Data awal menunjukkan, varian Omicron itu bisa menjadi varian virus corona yang lebih menular dibandingkan varian Delta,” ungkap Walensky.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) sependapat dengan Walensky dalam sebuah pernyataan belum lama ini.

Menurutnya, varian Omicron tersebut bisa menyebabkan lebih dari setengah kasus infeksi virus corona Covid-19 di Uni Eropa (UE) dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, semua ahli telah memperingatkan varian Omicron membutuhkan penyelidikan lebih mendalam sebelum mereka dapat menarik kesimpulan yang konkret.