Ahmad Dhani Tersangka Lagi, Kasus Ujaran Kebencian Lagi

Ahmad Dhani, ujaran kebencian, vonis
Ilustrasi. (foto: terkini.id)

Terkini.id, Makassar – Musisi yang sekarang fokus menjadi politikus, Ahmad Dhani, kembali ditetapkan oleh kepolisian sebagai tersangka ujaran kebencian.

Polisi menetapkan Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik. Status itu ditetapkan setelah polisi melakukan pemeriksaan para saksi.

Jika sebelumnya, Ahmad Dhani ditetapkan tersangka gara-gara cuitannya di twitter yang menghina penista agama, kali ini gara-gara kalimat ‘idiot’ yang dia ucap.

Kalimat ‘idiot’ itu terekam, saat pentolan band Dewa itu hendak mengikuti deklarasi #2019GantiPresiden. Lalu, dihadang oleh sekelompok massa ‘Koalisi Bela NKRI’ di luar hotel.

Nah, dalam vlognya, Dhani menyebut orang-orang yang menghadangnya itu idiot.

“Kami sudah memeriksa beberapa ahli bahasa, ahli lain, saksi-saksi juga. Kami telah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) sebagai tersangka,” jelas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat jumpa pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis 18 Oktober 2018.

“Kami sudah kumpulkan ahli bahasa, ahli pidana. Kami merangkum dan menyimpulkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” tambah Mantan Kabid Humas Polda Sulsel tersebut.

Tuduhan Ujaran Kebencian Terhadap Ahok

Sebelumnya, Ahmad Dhani sudah ditetapkan oleh kepolisian atas kasus ujaran kebencian dan kasusnya tengah bergulir di pengadilan.

Cuitan Ahmad Dhani di twitter tersebut jelang Pilgub DKI Jakarta.

Cuitannya berisi ujaran kebencian terhadap penista agama. Namun, para pendukung Ahok merasa tersinggung hingga melaporkan Ahmad Dhani ke kepolisian.

Akhirnya, Jack Boyd Lapian yang merupakan pendiri BTP Network ke Polda Metro Jaya pada Kamis 9 Maret 2017.

Dhani sendiri menampik sudah menghina Ahok. Karena menurut dia, ujaran kebencian itu sah-sah saja jika ditujukan kepada mereka yang tak bermoral.

“Ujaran kebencian itu bermakna membenci ssuatu yang bermoral, sesuatu yang baik. Ada sesuatu yang baik mita benci, ada program yang baik kita benci, agama yang baik kita benci. Kalau kejahatan yang kita benci, itu bukan ujaran kebencian,” terang Dhani yang mengaku sudah berdiskusi dengan ahli bahasa, beberapa waktu lalu.

Apalagi, dalam cuitannya itu, Ahmad Dhani tidak menyebut secara personal kepada siapa ujaran kebencian tersebut. Sehingga cuitan itu berlaku umum, yakni ditujukan kepada siapa saja pelaku penista agama yang ada di dunia.

Berita Terkait