Makassar Terkini
Masuk

Soal Kasus Ferdy Sambo, Ahmad Sahroni: Sangat Melelahkan Isu di Media Sosial Hanya FS

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni memberikan pendapatnya tentang perkembangan kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo.

Ahmad Sahroni mengapresiasi kerja keras Polri yang mengusut insiden berdarah yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo dengan cepat.

Ia juga melihat bahwa selama penanganan kasus Irjen Ferdy Sambo ini, Polri selalu bersikap transparan tentang proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya apresiasi gercepnya (gerak cepat) Polri dalam perkasa ini, sesuai Janji Kapolri terbuka dengan transparan itulah yang hari ini Tim khusus memberikan konpers-nya agar publik juga mengetahui hal-hal yang memang publik pertanyakan,” ujar Ahmad Sahroni, dikutip dari suara.com, Sabtu 20 Agustus 2022.

Diketahui perkembangan terbaru dari kasus Irjen Ferdy Sambo adalah ditetapkannya Putri Candrawathi sebagai tersangka.

Melihat hal ini, Ahmad Sahroni mengatakan ini merupakan tanda keseriusan pihak kepolisian Indonesia dalam menangani kasus yang sudah menjadi fenomena nasional.

Namun demikian, Ahmad Sahroni meminta masyarakat tidak menambah kegaduhan terkait kasus Irjen Ferdy Sambo.

Dirinya merasa kasus ini sudah terlalu sering dibahas di seluruh media, termasuk media sosial.

“Maka itu, kita sudahi perkara ini yang sangat melelahkan dengan isu-isu di media sosial hanya perkara FS,” tutur Ahmad Sahroni.

Ahmad Sahroni berpendapat masih banyak kasus penting lainnya yang membutuhkan perhatian Polri, bukan hanya kasus Irjen Ferdy Sambo.

Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut berharap Polri dapat terus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Indonesia.

“Polri harus hadir untuk bisa berikan pelayanan terbaik buat masyarakat fokus dan fokus,” ucap Ahmad Sahroni.

Sebagai informasi, pada Jumat 19 Agustus 2022, Bareskrim Polri mengumumkan status istri Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Tim Khusus (Timsus) bentukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo memutuskan bahwa Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Putri Candrawathi akan dikenakan Pasal 340 Subsider 338 Juncto Pasal 54 Juncto Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Penyidik telah menetapkan saudari PC sebagai tersangka,” imbuh Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto.

“Saudari PC kami jerat dengan Pasal 340 Subsider 338 Juncto Pasal 54 Juncto Pasal 56 KUHP,” pungkas Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi.