Airin Bayi 6 Bulan Penderita Gizi Buruk “Tampar” Pemda Bulukumba

Airin, bayi usia 6 bulan penderita gizi buruk di Bulukumba

TERKINI.id, BULUKUMBA – Munculnya kasus gizi buruk yang menimpa bayi berumur 6 Bulan Airin, seakan menjadi tamparan keras bagi Pemkab Bulukumba khususnya Dinas Kesehatan Bulukumba.

Bagaimana tidak Kabupaten Bulukumba bahkan sering kali mendapat penghargaan dibidang kesehatan seperti Penghargaan Swasti Saba Wistara atau Kabupaten Sehat tahun 2017 silam.

Namun kasus Airin yang menderita gizi buruk bahkan meninggal dunia karena gizi buruk ini seolah menjadikannya bertolak belakang dengan apa yang sudah diraih.

Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Tomy Satria mengaku sangat malu dan menganggap kasus ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah saat ini.

“Ini pukulan bagi kita semua, karena masih ditemukan kasus gizi buruk di Bulukumba. Ke depan ini tidak boleh terjadi jika seluruh pemangku kepentingan bisa mendeteksi sejak dini kemungkinan terjadinya gizi buruk,” jelasnya melalui via WHATSAPP kepada Terkini.id, Jumat 13 Juli 2018.

Tomy juga mengatakan akan meminta pihaknya untuk bisa bersinergi dengan baik dan tidak saling menyalahkan. Semuanya harus turun ke lapangan dan tidak hanya menunggu laporan saja.

“Kita sudah menempatkan 1 perawat dan 1 bidan di desa. Kita memiliki Puskesmas sebanyak 20 unit. Artinya jika kita bekerja optimal kasus-kasus ini tidak perlu terjad,” sesalnya.

Selain itu Wakil Bupati juga akan melakukan evaluasi khususnya Dinas Kesehatan Bulukumba, apalagi masih ada laporan bila di sejumlah puskesmas ada kasus susu yang diperuntukkan untuk ibu hamil dan bayi diperjual belikan.

“Seharusnya susu ini gratis, baru saya akan telusuri mengenai ini,” jelasnya lagi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini