Ajarkan Siswa Ramah Lingkungan, Komunitas FBI Gelar Program ‘Santapan Hijau’

Komunitas FBI
Ajarkan Siswa Ramah Lingkungan, Komunitas FBI Gelar Program 'Santapan Hijau'

Terkini.id, Makassar – Mulai menggeliatnya program Adiwiyata di Kota Makassar, membuat gerak dunia pendidikan menyasar kesadaran akan pentingnya menjaga bumi dari kerusakan akibat pola dan kebiasaan hidup yang tidak ramah lingkungan selama ini.

Maka dari itu, ide dan konsep terus bermunculan untuk membantu pelaksanaan dan eksekusi program ini di lingkungan sekolah mulai. Ide itu pun kini makin berkembang.

Salah satu ide tersebut lahir dari Komunitas Food Bank Indonesia (FBI) dan program Ekstrakurikuler Dokter Kecil dan Kader Kesehatan Remaja (Ekskul Dokcil KKR), dengan memunculkan program kegiatan Santapan Hijau bersama beberapa sekolah dasar di Makassar.

Kegiatan tersebut berlangsung di SD Inpres Hartaco Indah dan dihadiri oleh 6 SD yaitu SD Inpres Hartaco Indah, SD Inpres Maccini Baru, SD Inpres Mallengkeri Bertingkat I, SD Inpres Maccini Baru, SD Inpres Jongaya 1, SD Negeri Mannuruki dan SD Negeri Balang Baru 1.

“Program ini hadir untuk menjadikan kebiasaan mengurangi sampah dapat semakin diperkuat,” kata Presiden Food Bank Indonesia, Raja, kepada Media, Minggu, 18 Agustus 2019.

Kemudian, lanjut Raja, sasaran program ini yakni anak yatim piatu terkhusus di panti asuhan. Maka dari itu, program ini ingin menghadirkan rasa kepedulian melalui menghadirkan sarapan yang membuat para adik-adik panti asuhan ini tahu mengenai hal berkaitan kegiatan ramah lingkungan.

“Serta adik-adik panti asuhan dan para peserta sekolah dapat ilmu mengenai kadar gizi dari santapan yang ada,” lanjutnya.

Kegiatan ini , kata Raja, akan memberikan edukasi lingkungan dengan peserta dari sekolah, wajib memakai air botol minum sendiri (tumbler) dan wadah makan sendiri, atau daun pisang untuk menjadi wadah saat makan bersama.

Menurut Founder Ekskul Dokcil KKR, Zhuchri Kasman yang akrab disapa Zhu mengatakan, keinginan mengkolaborasikan 3 hal berkaitan kesehatan, sedekah dan lingkungan menjadikan ide ini sebagai bagian dari pendukung program personal kita kepada Allah dan juga kepada sesama manusia.

“Semoga kegiatan ini bukan hanya sebatas formalitas belaka, tapi memiliki dampak perubahan kebiasaan yang lebih sehat dan ramah lingkungan pada peserta yang turut hadir, In Syaa Allah,” tuturnya.

“Kegiatan ini In Syaa Allah akan dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama program dengan sekolah yang siap terlibat, kemudian penggalangan dana dari internal sekolah,” tambahnya.

Dana yang terkumpul, kata dia, akan dijadikan aksi lingkungan, dengan belanja bersama dengan sistem minim sampah agar mencontoh dan karakter bersama dari yang melihat maupun yang terlibat.

Sebelum ke panti asuhan, tim FBI-RSS dan sekolah akan memasak bersama. Dalam kegiatan tersebut, edukasi mengenai lingkungan dan kesehatan diberikan kepada para peserta dan adik panti.

“Akhirnya, bersama kita akan mengolah sisa makanan yang disantap dan mencuci alat makan bersama dalam nuansa kebersamaan dan canda tawa,” tutup Zhu.

Berita Terkait
Komentar
Terkini