Akan dikunjungi presiden, begini kemampuan PLTB Sidrap

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Sidrap – Proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) yang berada di Desa Mattirotasi dan Lainungan  Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), , Sulawesi Selatan dirancang  untuk mencapai target 35.000 megawatt (MW).

Menurut rencana, Presiden Jokowi akan berkunjung langsung melihat PLTB yang dibangun menggunakan dana swasta ini.

PLTB dirancang karena rendahnya rasio elektrifikasi di Indonesia dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei.  Rasio elektrifikasi yang diharapkan pemerintah pada akhir tahun 2019 adalah 97,35 %.

Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah Indonesia akan berupaya memberikan porsi 25.904 MW kepada pihak swasta dan 10.681 MW kepada pihak PLN. Pemerintah mencoba mengusung sumber energi terbaharukan (EBT) dari Alam.

PLTB tersebut diyakini sangat ramah lingkungan dan bebas polusi dengan memanfaatkan energi angin. Sidrap terkenal dengan kawasan yang memilimi kecepatan angin mencapai 7 m/s.

Menarik untuk Anda:

Proyek tersebut telah dimulai sejak April 2016 oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi dengan investasi senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp. 2,02 triliun. Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) Sidrap memiliki 30 buah turbin. Kapasitas total PLTB Sidrap adalah 75 MW dengan masing-masing turbin berkapasitas 2,5 MW.

Turbin tersebut dibangun pada menara baja setinggi 80 meter dan tiga buah bilah dengan panjang masing-masing sekitar 57 meter sehingga total ketinggian turbin tersebut mencapai 137 meter.

Model turbin tersebut adalah turbin angin kelas IIA yang dipasok dari perusahaan asal Spanyol, Gamesa Lolica Corporation. PLTB ini membutuhkan lahan seluas 100 hektar dengan tanah galian 100,000 m3.

Proyek PLTB Sidenreng Rappang ini telah memberdayakan Sumber Daya Alam sebanyak 709 jiwa dan diperkirakan sebagian besar dari mereka adalah Warga Negara Indonesia. Proyek triliunan ini  mampu menerangi 70.000 rumah di Sulawesi Selatan.

Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan bahwa tarif tahap pertama dari PLTB Sidrap sebesar US$ 0,114 per kWh atau setara dengan Rp. 1.540 per kWh.

Kehadiran PLTB Sidrap diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar). Saat ini, kondisi kelistrikan wilayah Sulselrabar mencapai 1.250 MW dengan beban puncak mencapai 1.050 MW.

PLTB Sidrap dengan kapasitas 75 MW merupakan PLTB Sidrap tahap satu. Pemerintah akan membangun PLTB Sidrap tahap dua dengan kapasitas 50 MW. Ignasius Jonan berjanji untuk PLTB Sidrap tahap dua, tarifnya akan lebih rendah dari PLTB Sidrap tahap satu.

Foto : Riska Yuli Nurvianthi

Setelah PLTB Sidrap 1 beroperasi, maka kapasitas terpasang PLTB secara nasional bertambah menjadi 76,1 MW dari tahun lalu yang baru termanfaatkan sebesar 1,1 MW.

Dengan adanya himbauan dari pemerintah siap mengawal perkembangan pembangunan PLTB SIDRAP akan menjadi sebuah daya ukur kemajuan dan hematnya penggunaan listrik di Indonesia. Hal ini otomatis akan mengacu pada nilai fluktuasi ekonomi indonesia dari segi penggunaan listrik.

Jurnalis Warga : Riska Yuli Nurvianthi

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Indahnya Berbagi Bersama Memutus Rantai Covid-19

P3MKEL Makassar Gelar Musyawarah Besar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar