Akibat jalan rusak, warga pedalaman harus jalan kaki mulai tengah malam hanya untuk ke pasar

Jalan berbatu dan rusak ini diperkirakan panjang sejauh tujuh kilometer,dan belum pernah sekalipun mendapat perbaikan padahal sedikitnya ada kurang lebih 500 jiwa yang berada di wilayah keluarahan Borong Rappoa / Diva

TERKINI.id, BULUKUMBA – Warga kelurahan Borong Rappoa Bulukumba mengeluhkan jalan rusak di wilayah mereka tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Bahkan mereka hanya sering dijanji bila masuk pemilihan baik itu Pileg, Pilbup maupun Pilgub. Namun janji tinggal janji hingga kini realisasi itu tak pernah juga terwujud.

Jalan berbatu dan rusak ini diperkirakan panjang sejauh tujuh kilometer, dan belum pernah sekalipun mendapat perbaikan padahal sedikitnya ada kurang lebih 500 jiwa yang berada di wilayah tersebut.

Jalan rusak di Kelurahan Borong Rappoa Kabupaten Bulukumba

“Bayangkan kalau kami mau kepasar biasa ada yang jam 12 malam atau jam 3 subuh sudah jalan kaki ke pasar nanti di jalan baru sholat subuh,” ujar Andi Saleh warga setempat.

Jarak antara Pasar Borong Rappoa dengan kelurahan Boring Rappoa ini memang cukup jauh dan tidak ada kendaraan umum yang masuk ke wilayah tersebut.

Salah seorang warga lainnya yakni Ramli juga mengeluhkan pemerintah daerah yang seakan menganaktirikan kampungnya.

“Kasian kita di sini, banyak hasil bumi seperti kopi di bawah ke pasar itu palingan cuman berapa liter saja yang mampu dipikul untuk dijual, bagaimana kami bisa hidup layak,” cerita Ramli.

Bukan hanya jalan mereka yang tak pernah diperbaiki, namun di wilayah tersebut juga tak ada sekolah yang jaraknya dekat dengan pemukiman warga.

“Banyak di sini anak tidak sekolah, karena dilarang orang tuanya. Bagaimana tidak kasian anak umur tujuh tahun disuruh jalan kaki sampe berkilo-kilo meter,” tambah Ramli.

Wakil Bupati Tomy Satria saat dikonfirmasi mengatakan pembangunan jalan ke wilayah ini sudah direncanakan, bahkan menurutnya Bupati Bukukumba sudah memerintahkan Kadis PUPR untuk memprioritaskan Kelurahan Borong Rappoa ini.

“Dinas PUPR sudah diminta untuk memasukkan dalam rencana anggaran berikutnya, “jelas Tomy. Jumat 20 april 2018.

Berita Terkait
Komentar
Terkini