Masuk

Aksi Unjuk Rasa BEM SI dan GMNI Dalam Tolak Kenaikan Harga BBM

Komentar

Terkini.id, Jakarta Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi unjuk rasa dalam menolak kenaikan BBM. Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 17.22 WIB. 

Mahasiswa melakukan aksi pertama dengan dorong motor mulai dari depan gedung Perpustakaan Nasional menuju ke Istana Negara melalui jalan Merdeka Barat. 

Terkait hal tersebut, aparat kepolisian melakukan beberapa pengamanan dengan membuat barikade di belakang kawat berduri.

Baca Juga: Tolak Perppu Cipta Kerja, Massa Partai Buruh Tumpah Ruah di Kawasan Patung Kuda Jakarta

Karena pengamanan tersebut mahasiswa yang melakukan aksi terhenti di depan Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Mahasiswa saling berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian. Terlihat massa demo pada barisan depan membentangkan spanduk bertuliskan “BBM ELIT RAKYAT SULIT”. Tidak hanya itu beberapa bendera dari satuan asal mahasiswa juga turut dikibarkan.

Sementara itu, terdapat juga orator yang berorasi menyampaikan tuntutan. Salah satu pin menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Baca Juga: Gubernur Sulsel Serahkan BLT BBM ke 1.275 Warga Pangkep

Terkait aksi unjuk rasa ini timbul beberapa dampak pada arus lalu lintas di kawasan Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Polisi juga menutup arus lalu lintas dari arah Medan Merdeka Barat menuju ke Medan Merdeka Utara atau Istana Kepresidenan, Jakarta.

Aksi unjuk rasa ini berakhir pada pukul 17.22 WIB. Sebelum massa demo meninggalkan lokasi, aksi unjuk rasa ditutup dengan pembakaran ban. Hal tersebut Sebagai tanda protes kepada pihak pemerintah sekaligus tanda berakhirnya unjuk rasa pada 8 September 2022. 

Ketika massa demo meninggalkan lokasi, mobil unjuk rasa dan orator sesekali masih meneriakkan orasi-orasi yang membakar semangat pengunjuk rasa. 

Sementara itu, dari pihak kepolisian tetap mengawal kepergian mahasiswa hingga keluar dari kawasan patung kuda. Pihak kepolisian memastikan agar tidak ada tindakan yang memicu aksi anarkis.

Baca Juga: Viral Pertalite Hanya RON 86, DPR Desak Jokowi Bentuk Tim Investigasi Independen

“Aksi terkait BBM di Patung Kuda, Arjuna Wiwaha terus ada 8 titik lainnya yang tidak terkait dengan BBM itu juga harus dijaga,” kata Kapolres Jakarta Pusat Komarudin pada Kamis 8 September 2022. 

(Sumber: Merdeka.com)