Teknologi

Algoritma Facebook dan Berbagai Kejelekan Jokowi-Prabowo di Beranda

HARI ini saya akan membahas tentang algoritma yang tanpa kita sadari ditanam dan bekerja secara sistematik pada perangkat komputer maupun ponsel cerdas yang kita miliki.

Apa itu Algoritma?

Dalam matematika dan ilmu komputer, algoritme adalah prosedur langkah-demi-langkah untuk penghitungan. Algoritme digunakan untuk penghitungan, pemrosesan data, dan penalaran otomatis. Algoritme adalah metode efektif diekspresikan sebagai rangkaian terbatas dari instruksi-instruksi yang telah didefinisikan dengan baik

Kenapa Algoritma ini menjadi menarik untuk dibahas? Saya berteman FB dengan anak saya, pembantu saya dan kemarin kami membuka FB masing-masing dalam waktu bersamaan dan mencoba membandingkan wall masing-masing.

Di FB anak saya berseliweran segala hal informasi yang menyangkut dengan budaya K-Pop, di FB pembantu saya berseliweran berbagai hal yang berhubungan dengan kuliner. FB pribadi saya sendiri silih berganti muncul hal-hal terkait politik dalam negeri.

Karena masih penasaran maka saya tengoklah Wall FB teman saya yang pendukung Prabowo, di berandanya berseliweran berita-berita tentang kejelekan-kejelekan Jokowi dan pemerintah.

Baca :Mungkinkah ini hari-hari terakhir bersenda-gurau dan berkabar di facebook?

Dengan Algoritma tertentu Facebook mengumpulkan dan menganalisis riwayat penjelajajahan media sosial.

Dari semua informasi seperti riwayat klik, suka, komentar, pencarian, teman-teman, lokasi, hingga pandangan politik akan dicatat dan digunakan untuk memutuskan informasi yang muncul dan tidak muncul di beranda.

Ini yang saya maksudkan bahwa Algoritma pada facebook bekerja sangat baik di mana Facebook mampu memetakan pengguna dan mencekokinya dengan berita-berita yang relevan dengan minatnya. Mengengagement user dengan topik-topik tertentu.

Tapi tidakkah kita sadari bahwa ada sisi negatif dari ini semua? Kabar terbaru yang berkeliaran di beranda kita itu adalah update dari teman yang paling sering berinteraksi dengan pengguna dengan minat yang sama dan juga menghubungkan dengan orang lain yg tidak kita kenal tapi memiliki minat yang sama.

Artinya jangan berharap mendapatkan informasi atau berita dari orang-orang yang tidak punya kesamaan secara algoritma.

Vulgarnya begini jangan harap di beranda pendukung Cebong akan hadir sepak terjang Prabowo dengan segala hal-hal positif yang beliau lakukan dan sebaliknya Jangan harap beranda kampret akan hadir berita positif tentang Jokowi karena Algoritma FB secara otomatis telah mengkotak-kotakkannya.

Baca :Ahmad Rizal sukses jual properti lewat media sosial

Algoritma ini kemudian akan menggiring dan membuat seorang pengguna menjadi subjektif karena tidak memberi ruang untuk mengeksplor dan melihat suatu fenomena dari sisi lain.

Apakah Algoritma ini di FB kemudian menjadi salah satu faktor seseorang menjadi fanatisme buta karena terpapar oleh berita2 itu saja yang sealiran tanpa menampikan berita dari pihak lain? Yang telah membuat pengguna semakin tergila2 terhadap apa ya mereka suka dan sekaligus memancing emosi meluap-luap terhadap apa yang mereka benci

Entahlah… karena pada dasarnya manusia telah diberikan akal dan pikiran tinggal mau digunakan atau tidak itu saja sih… hehehe

iwankoi

Penulisiwankoi