Aliansi Pemilih Misriyani Ilyas Demo di KPU Sulsel, Tolak Proses Pergantian

Puluhan orang yang tergabung dalam Masyarakat pemilih Misriyani Ilyas melakukan demo, di depan sekretariat kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Kamis, 5 Desember 2019.

Terkini.id — Puluhan orang yang tergabung dalam Masyarakat pemilih Misriyani Ilyas melakukan demo, di depan sekretariat kantor KPU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Kamis, 5 Desember 2019.

Dalam tuntutannya meminta KPU Sulsel menunda pelantikan Adam Muhammad sebagai menggantikan Misriyani Ilyas sebagai anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024.

“KPUD Sulsel harus menunda pelantikan Adam Muhammad karena KPUD Sulsel harus menghormati proses hukum yang sementara berjalan di PN Jakarta Selatan sampai adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap,” kata Jenderal Lapangan Aliansi Masyarakat Pemilih Ibu Misriyani Ilyas, Syamsuar Arsam.

Lanjut dia, KPU Sulsel harus konsisten menjalankan peraturan atau Undang-Undang Pemilu terkait batas waktu penggantian caleg terpilih dengan batas waktu 14 hari.

“Apabila KPU Sulsel memaksakan kehendaknya untuk mengusulkan Adam Muhammad sebagai caleg sebagai pengganti Misriyani maka patut diduga KPU Sulsel ada permainan terselubung yang tidak dibenarkan oleh asa demokrasi Indonesia sebab KPUD Sulsel selalu penyelenggara harus netral menyikapi persoalan ini,” katanya.

Seperti diketahui, Misriyani Ilyas adalah Caleg Partai Gerindra DPRD Sulsel Dapil II, peraih suara terbanyak. Hanya saja, partainya memecat Misriyani sehari sebelum pelantikan Anggota DPRD Sulsel periode 2019-2023. Sehingga Gerindra mengusulkan pengganti Misriyani.

Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir menegaskan, bahwa pihaknya menjalankan tugas sebagai komisioner tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Termasuk dalam hal memproses persoalan Misriyani.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya seperti melakukan klarifikasi ke DPP dan DPD Gerindra dan PDIP. Terhadap dua caleg yang terpilih yang gagal dilantik ini. Yaitu Misriyani Ilyas dan Novianus,”ucapnya.

Hasilnya, lanjut dia, mereka sudah diberhentikan sebagai kader partai nya masing-masing, sehingga KPU Sulsel hanya melaksanakan sesuai dengan PKPU.

“Kita juga sudah konsultasi ke KPU RI yang hasilnya memerintahkan untuk melakukan pergantian sebagaimana diatur dalam PKPU nomor 5 ayat 1 pasal 32. Dimana bunyinya syarat menjadi anggota DPR atau DPRD harus menjadi anggota partai. Sementara Misriyani dan Novianus sudah dipecat dari Partai Gerindra dan PDIP,” jelasnya.

Mendengar jawaban KPU Sulawesi Selatan, aliansi yang tergabung dalam Masyarakat pemilih Misriyani Ilyas membubarkan diri dengan tertib.

Komentar

Rekomendasi

Sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2016, Ini Harapan Syamsuddin Karlos

Putri Menteri Pertanian Akan Dilantik Sebagai Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem

NasDem Akan Gelar Turnamen Mobile Legends dan PUBG di Makassar

NasDem Akan Berikan Penghargaan Kepada Pemuda Asal Pinrang Pembuat Pesawat Terbang

Airlangga Butuh Sosok Nurdin Halid di DPP Golkar

Jabat Wakil Ketua DPP, Nurdin Halid Tetap Plt Ketua Golkar Sulsel

Ketua DPC Gerindra Jeneponto Ungkap Fakta Keterangan Sakit Ketua DPRD Jeneponto

JMS-Andi Ungko Kian Mesra Jelang Pilkada Bulukumba, Bakal Berpaket?

Mahasiswa Unibos: Bagaimana Kolom Kosong Bisa Menang ?

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar