Amalan Mendiang Nike Ardilla Semasa Hidup yang Diyakini Mengalirkan Karamah pada Makamnya

<p>Terkini.id – Sampai saat ini makam mendiang Nike Ardilla selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah meski ia telah lama meninggal dunia. Nike wafat pada tanggal 19 Maret 1995 yang berarti kepergiannya di dunia sudah 26 tahun lamanya.

Kepergiannya tentu menyisakan duka di hati orang-orang terdekat dan para penggemarnya. Sebab semasa hidupnya, Nike bukan hanya sosok artis yang bertalenta dan populer di era 90-an, ia juga memiliki kebaikan hati dan dikenal berjiwa sosial yang tinggi.

Namun di balik itu samua, ternyata Nike memiliki amalan-amalan yang diyakini sebagai penyebab makamnya memiliki karamah selalu ramai diziarahi, utamanya pada setiap 19 Maret.

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel Keluarkan Surat Edaran Terbaru Penetapan PPKM

Berdasarkan postingan akun instagram @berkat_gurusekumpul, Mendiang Nike merupakan murid Abah Guru Sekumpul. Bahkan ia dijadikan sebagai anak angkatnya. 

Terlepas dari profesinya yang jauh dari kata religius, hingga kontroversi yang pernah terjadi di hidupnya, tidak banyak yang tahu bahwa Nike membuka ruang di hatinya untuk mencintai Abah Guru Sekumpul yang ia yakini adalah Waliullah. 

Baca Juga: Faizal Assegaf: Islam Tidak Butuh NU, Gus Dur, dan Embel-Embel...

Dalam Islam, mencintai para Wali memiliki keutamaan, seperti yang pernah disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. 

“Jika engkau menginginkan selamat di dunia dan akhirat, jadikan dirimu berada di dalam hati para Wali Allah”. 

Cinta Nike kepada Wali dibuktikan dengan senantiasa mengamalkan apa yang menjadi pesan Abah Guru kepadanya. 

Baca Juga: Faizal Assegaf: Islam Tidak Butuh NU, Gus Dur, dan Embel-Embel...

Salah seorang yang penasaran akan karamah makam Nike Ardilla, yakni Alfaqir Zain memutuskan untuk ziarah dan bertemu dengan keluarga Nike pada tahun 2009. Alfaqir menanyakan amalan-amalan Nike selama hidup hingga banyak orang menyebut kematiannya menimbulkan karamah.

“Dia tidak punya apa-apa, sholat sering bolong. Tapi dia gak bisa mengejek orang sekalipun dan gak bisa menggaduh masalah orang lain. Serta dia punya ayah angkat yang ada di Banjar, di Sekumpul yang disebut orang “Abah Guru Sekumpul”. Nah, ayah angkatnya itu yang mengajarkan Nike untuk shalat dan wirid. Wirid yang dibaca cuma shalawat 100 x sehari dan istighfar 100x sehari. Itu saja amalan yang Abah Guru Sekumpul berikan kepada Nike,” kata ibu mendiang Nike.

“Dan satu lagi Nike bilang ke saya bahwa ayah angkatnya itu seorang wali. Karena orang Banjar menyebutkan bahwa ayah angkatnya itu wali dan Nike percaya bahwa ayah angkatnya itu wali,” tambahnya.

Bagikan