Amankan 24 Pak Ogah, Pemkot Makassar Rutin Sisir Jalan Selama Sepekan

Terkini.id, Makassar – Tim gabungan dari Pemerintah Kota Makassar yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja berhasil mengamankan 24 pak Ogah di sejumlah titik jalan.

Tim gabungan Penertiban Ogah mulai dari Jalan Urip sumoharjo, Perintis, Simpang Lima Bandara, PLTU, Abdesir CV Dewi, Pettarani, Sungai Sandang dan Belakang Rujab.

Penertiban pak ogah dilakukan disejumlah jalan yang ada di Kota Makassar lantaran banyak keluhan masyarakat bahwa keberadaannya sangat meresahkan pengguna jalan.

Humas Dishub Makassar Asiz Sila menyebut sekitar 24 terjaring Ogah diantaranya 13 orang anak dibawah umur, 11 orang dewasa dan 1 orang terjaring eksploitasi anak di bawah umur.

“Sudah diserahkan ke dinas Sosial dan Kepolisian” kata Asiz, Rabu, 23 Oktober 2019.

Kepala Seksi Rehabilitasi Tunas Sosial Suhartiny S mengatakan keseluruhan pak ogah yang terjaring akan dilakukan pembinaan.

Untuk anak dibawah umur, kata Suhartiny, tenaga profesional dari kementerian sosial akan memberikan assesment oleh tenaga profesional. Kemudian akan dilakukan home visit dirumah dan lingkungan sekitarnya.

“Kemudian yang dewasa yang terindikasi memakain narkoba jenis lem kita akan rujuk ke YKP2N Barombong untuk dirujuk selama 3 hingga 6 bulan,” terangnya.

Menurut Suhartiny, tim dari tiga unsur tersebut akan terus gencar melakukan penertiban hingga masyarakat Makassar khususnya pengguna jalan bebas dari kerasahan pak ogah

Kepala Satpol PP Kota Makassar Iman Hud mengaku jika penertiban yang rutin akhir-akhir ini memang sudah lama direncanakan. Apalagi penertiban kali ini melibatkan pihaknya.

Menurut Iman, para pak ogah menggunakan waktu kosong saat tak ada petugas di lapangan.

“Sebenarnya kalau mau diawasi pak ogah itu juga takut. Seperti kita turun penertiban ternyata kita hanya berhasil menjaring kurang dari 20 orang, padahal saya targetkan bisa mencapai 30 orang,” ujar Iman.

Saat ditertibkan seluruh pak ogah diboyong ke kantor Balai Kota kemudian didata dan interview serta membuat pernyataan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Ia sangat menyayangkan keterlibatan anak di bawah umur yang seharusnya mengembang ilmu di sekolah justru turun ke jalan mengatur arus lalu lintas. Bahkan jumlah anak-anak melebihi orang dewasa. Iman mengatakan itu adalah masalah besar bagi generasi bangsa.

“Tetapi mereka semua baik itu anak anak atau yang dewasa sudah buat perjanjian dengan satpol untuk tidak mengulanginya lagi. Jadi kalau kita dapat lagi maka dia harus siap terima segala resikonya,” tandasnya.

Iman menegaskan bahwa penertiban tersebut akan terus dilakukan tiap hari pada jam tertentu hingga satu pekan ke depan.

“Kita targetkan ini dalam satu minggu dan mudah mudahan satu minggu ini bisa kita selesaikan. Dan kalau mereka (pak ogah) masih mau coba-coba lakukan lagi kita akan tambah terus waktu penertibannya,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini