Amien Rais : Seorang Presiden Tidak Boleh Terjebak Mentalitas Koncoisme

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
amien rais sebut seorang presiden tidak boleh terjebak mentalitas koncoisme/Liputan6.com

Terkini.id, Makassar – Dunia politik memang tidak ada habisnya untuk kita ulek-ulek. Mengingat selama kehidupan manusia berlangsung disitu pula ada politik yang berdinamika. 

Dalam konteks politik dan pemerintahan Indonesia, dipimpin oleh seorang presiden, dan tentunya seorang presiden harus siap untuk dikritik. 

Seperti yang baru-baru ini terjadi, dikutip dari CNN Indonesia mantan Ketua MPR 1999-2004, Amien Rais mengatakan bahwa seorang Presiden tidak boleh terjebak mentalitas koncoisme. 

“Politik partisan semacam ini tidak bisa tidak, cepat atau lambat membelah bangsa indonesia. Tidak boleh seorang presiden terjebak pada mentalitas ‘koncoisme’,” kata Amien dalam serial video ‘Pilihan Jokowi: Mundur atau Terus’ episode Bangsa Indonesia Dibelah yang diunggah lewat akun Instagram @amienraisofficial, dikutip Kamis 13 Agustus 2020. 

Argumentasi ini dibarengi dengan sebuah contoh yang disampaikan oleh Amien Rais, pada 4 November 2016 lalu, Jokowi tak mau menemui kelompok yang melakukan demonstrasi di Istana Negara.

Menarik untuk Anda:

Pada saat itu aliansi yang tergabung dalam GNPF-MUI mendesak Basuki Tjahja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok dipenjara karena menista agama.

Waktu itu ada Tiga orang dari kelompok datang mau meminta untuk bertemu dengan Jokowi.

Tapi tiga orang itu tidak kunjung ditemui Jokowi padahal mereka menunggu dari pagi hingga sore. Saat itu, Jokowi memilih melakukan sidak ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional ( PAN) itu, juga mengatakan para buzzer dan juru bicara (Jubir) di acara diskusi televisi semakin menambah kecurigaan banyak kalangan terhadap politik Jokowi.

“Para buzzer dan jubir di acara diskusi televisi semakin menambah kecurigaan banyak kalangan terhadap politik Jokowi yang beresensi politik belah bambu, menginjak sebagian dan mengangkat sebagian yang lain,” sambung Amien Rais

Menanggapi perkataan Amien Rais itu, dikutip dilaman yang sama Fadjroel Rahma selaku juru bicara Presiden mengatakan bahwa Jokowi sudah mewakafkan waktunya dalam memperjuangkan reformasi dan demokrasi. 

“Presiden Jokowi mewakafkan hidupnya untuk perjuangan demokrasi dan reformasi berdasarkan ideologi Pancasila dan UUD 1945,” kata Fadjroel Rahman

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Diduga Oknum Polisi Menyetubuhi Gadis Pelanggar Lalu Lintas

Tekan China, Amerika Serikat Jual Senjata Utama Ke Taiwan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar