Anak-anak Korban Gempa NTB Butuh Uluran Tangan Anda

Anak-anak korban gempa NTB saat ini hidup di tenda-tenda pengungsian

Terkini.id, Lombok – Tim Relawan Aliansi Pendidikan Sulsel saat ini masih giat mengajar di posko Pengungsian Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Pengajaran yang diperuntukkan untuk anak-anak usia SD dilakukan di dua tenda yang didirikan oleh Kemendikbud bersama Aliansi Relawan Pendidikan Sulsel di lokasi tersebut.

“Kami sebut dengan nama kelas atas dan kelas bawah, kelas atas karena berada di bukit dan kelas bawah karena berada di bawah bukit area persawahan di camp yg sama, Kelas atas memiliki siswa 59 dengan tingkatan kelas bervariasi, dan kelas bawah memiliki siswa 166 dengan juga kelas bervariasi sehingga menyulitkan untuk pengaturan jadwal, mereka berasal dari 3 sekolah, SD 2, SD 5, dan SD 7,” ungkap salah seorang relawan Aliansi Pendidikan Sulsel, Ahmad Yani, Sabtu, 1 September 2018.

Kelas atas dan bawah, kata Yani, masing-masing hanya memiliki 1 guru ngajar sekaligus sebagai guru ngaji, dikarenakan sebagian gurunya meninggal akibat gempa dan juga dalam keadaan mengungsi.

Relawan Aliansi Pendidikan Sulsel mengajar anak-anak korban gempa NTB di tenda pengungsian

Kehadiran Aliansi Relawan Pendidikan Sulsel cukup membantu kegiatan belajar mengajar baik mata pelajaran sekolah maupun proses kegiatan mengaji walaupun kondisi belum kondussif.

Aliansi Relawan Sulsel masih akan terus bergerak untuk berlangsungnya kegiatan proses belajar mengajar dan mengaji. Untuk itu, dibutuhkan donasi sebanyak mungkin berupa:

1. Alat tulis
2. Buku
3. Buku cerita
4. Meja belajar dan kursi
5. White board
6. Tenda besar untuk ruang kelas (pembagian kelas berdasarkan tingkatan)
7. Perlengkapan sekolah lain
8. Tenda besar untuk ruang kelas ukuran 10×5

Untuk TPQ yang dibutuhkan antara lain:

1. Iqro’
2. Al-Quran
3. Pengeras suara
4. Mukena dan sarung
5. Karpet sajadah

Relawan Aliansi Pendidikan Sulsel mengajar anak-anak korban gempa NTB di tenda pengungsian

Diketahui, pemerintah setempat lewat Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) telah mencabut status Tanggap Darurat Gempa NTB dalam artian masyarakat dituntut untuk mandiri dan tak mengharapkan bantuan kepada pemerintah.

Hal ini disebabkan karena dana APBD tak ada lagi untuk membantu korban gempa, termasuk halnya kegiatan sekolah di lokasi gempa.

“Harapan kami, mari kita semua terlibat dalam penanganan gempa NTB yang saat ini masih sering gempa. Data dari BNPB tercatat 606 sekolah dan 3051 kelas yg hancur akibat gempa. Dibutuhkan tenda sekolah sebanyak 319 dan baru 21 tenda yang terpasang, masih kurang 291 tenda,” ungkap Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Purwo Nugroho.

 

Citizen Reporter : Alfian (Relawan Aliansi Pendidikan Sulsel)

Komentar

Rekomendasi

Sering Bicara Khilafah dan Hina Presiden, Ali Baharsyah Ternyata Kolektor Video Mesum

3 Poin Sikap AJI Terkait Privilese Wartawan untuk Tes Cepat Covid-19

Terpidana Teroris Abu Bakar Ba’asyir Surati Jokowi, Minta Dibebaskan akibat Corona

Potret Pilu Badut Tetap Cari Nafkah di Dalam Mal yang Sepi akibat Corona

Pintu Pelimpah Bendungan Bili-bili Dibuka, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Hilir Sungai Jeneberang

Keluarga Positif Corona yang Viral Usai Main TikTok Dinyatakan Sembuh

Selain Hina Jokowi, Pria Ini Juga Kedapatan Simpan Video Mesum

Anak Meninggal akibat Corona, Satu Keluarga Dikucilkan dan Diusir Tetangga

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar