Anak Bulukumba Rela Sumbang Kasur Miliknya untuk Bayi Pengungsi Sulbar

Terkini.id, Majene – Bencana alam menggerakkan aksi-aksi kebaikan dan inspiratif dari warga dan berbagai kalangan untuk menolong sesama. 

Salah satunya di Bulukumba Sulawesi Selatan, ada dua orang anak satunya masih balita rela menyumbangkan kasur tidur bayi miliknya untuk pengungsi gempa di Sulbar.

Namanya Balya dan Xavier. Warga asal Bulukumba Sulawesi Selatan. Mereka adalah buah hati dari Andi Abdul Karim (Andika Mappasomba) dan Shanty Nursusanti. 

Baik Balya dan Xavier juga mengetahui jika di pengungsian ada banyak bayi dan anak yang masih kekurangan kebutuhan perlengkapan pasca Sulbar diguncang gempa 6,2 Skala Richter pada Jumat 15 Januari 2021 lalu.

Mungkin Anda menyukai ini:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10218736815193505&id=1293281606

Ayah Balya dan Xavier, Andika Mappasomba yang saat ini berjibaku menyalurkan bantuan kepada pengungsi Gempa Sulbar bercerita soal kasur bayi milik anaknya hingga dirinya tiba di Posko bantuan di Majene.

Ia menggambarkkan aktifitas relawan sepulang dari berjibaku. Salah satu yang Adika ceritakan adalah Dahri Dahlan, dia adalah koordinator posko Literasi dan Budaya yang dipusatkan di Kecamatan Malunda Sulbar. 

“Dahri Dahlan sahabatku, malam ini di posko, aku melihatmu tidur di masjid dengan nyenyak. Pertanda bahwa esok kau akan bangun dengan lebih segar untuk kembali ke medan laga (pengungsian),” begitu tulisan Adika di dinding Facebook pribadinya.

“Aku juga ingin tidur setelah kembali dari perjalanan ratusan kilometer ke Barat malam ini, tapi gambar yang dikirim Mama Runi di FB membuatku merenung panjang, sendirian terjaga dari puluhan relawan, saya putuskan untuk berjaga. Menjaga logistik di posko bersama ini,”tulis anggota Komisi Informasi Bulukumba ini.

Ia juga menuliskan jika esok (hari ini) dirinya akan menemui anak-anak di tenda pengungsian. Dia akan membawa titipan dua anaknya yang ingin menyedekahkan tempat tidur bayi.

Bayi Pengungsi Gempa Sulbar

“Besok, saat menemui anak-anak di tenda pengungsian, saya akan membawa beberapa titipan kedua anak saya. Mereka ingin menyedekahkan tempat tidur bayi. Balya telah menyimpannya dengan baik sepanjang usianya. Demikian dengan Xavier,”kisah Andika yang juga sastrawan dan budayawan Sulawesi Selatan ini.

Menurut Andika, kedua anaknya itu memiliki kasur yang baik. Disimpan dengan rapi sejak tak dipakainya lagi. 

“Mereka berdua memiliki kasur yang baik. Disimpan dengan rapi sejak tak dipakainya lagi. Saya membawanya jauh dari Bulukumba ke Sulawesi Barat ini,”beber pengurus Kerukunan Keluarga Bulukumba tersebut.

Ia juga berpesan ke Dahri agar dirinya ikut mengantar langsung titipan dari kedua buah hatinya itu.

“Jika esok (hari ini) kau ke sana, jangan pergi tanpaku untuk amanah anak-anakku.
Istriku, Shanty Nursusanti mungkin ini adalah hikmah dan makna diskusi kita. Semoga membawa banyak kebaikan,” tutup Ketua Forum Literasi Sulsel tersebut.

Bagikan