Anak kurang pintar mungkin ini masalahnya

Pentingnya zat besi untuk perkembangan anak

Terkini.id, – Tidak sedikit orang tua mengeluhkan kemampuan berpikir anak yang kurang pintar di sekolah. Banyak yang mempertanyakan apakah faktor pintar dipengaruhi dari keturunan. Sebenarnya tidak sepenuhnya benar karena ada faktor lain yang mempengaruhi kemampuan berpikir anak seperti nutrisi harian yang di konsumsi anak.

Menurut penuturan Dr, dr Damayanti R Sjarif SpA(K), salah satu dokter spesialis nutrisi dan penyakit metabolisme dari RSCM, anak yang kurang pintar bisa jadi kekurangan zat besi pada masa 1.000 hari pertama kehidupannya. Anak usia enam bulan membutuhkan 11 miligram zat besi. Jika kurang dari itu saraf tidak tumbuh sehingga berpikir menjadi lama, jangka panjang IQ bisa 10-15 turun. Kemampuan untuk berhitung pelajaran matematika menjadi kurang.

Zat besi sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia karena fungsi pentingnya untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut elektron dalam proses pembentukan energy di dalam sel tubuh manusia. Saat mengangkut oksigen, zat besi harus bergabung dengan protein dan membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah dan myoglobin di dalam serabut otot. Bila bergabung dengan protein di dalam sel, zat besi membentuk enzim yang berperan di dalam pembentukan energi di dalam sel.

Kandungan zat besi dalam tubuh laki-laki dewasa dengan berat badan 75kg mengandung kurang lebih 4000mg zat besi, wanita dewasa dengan berat 55 kg mengandung kurang lebih 2100 mg zat besi.

Zat besi pada laki-laki ada dalam limpa dan sumsum tulang sebanyak 500-1500 mg. Itu kenapa laki-laki jarang menderita anemia atau kekurangan darah. Sebaliknya wanita hanya memiliki cadangan zat besi 0-300 mg dalam limpa dan sumsum tulang sehingga wanita rentan terhadap anemia. Apalagi ketika wanita mengalami menstruasi.

Kebutuhan zat besi terhadap tubuh manusia tergantung dari jenis kelamin dan umur. Dianjurkan Anak usia 2-6 tahun sebanyak 4,7 mg/hari
Anak usia 6-12 tahun sebanyak 7,8 mg/hari
Laki-laki umur 12-16 tahun sebanyak 12,1 mg/hari
Gadis umur 12-16 tahun sebanyak 21,4 mg/hari
Laki-laki dewasa sebanyak 8,5 mg/hari, wanita dewasa usia subur sebanyak 18,9 mg/hari
Menopause sebanyak 6,7mg/hari
Wanita menyusui sebanyak 8,7 mg/hari.
Angka kecukupan ini dihitung berdasarkan ketersediaan hayati sebesar 15%.

Zat besi dalam makanan dapat berasal dari sumber nabati seperti sayuran berwarna hijau dan kacang-kacangan dengan ketersediaan hayati 2-3% dan sumber hewani seperti dalam daging merah, hati ayam. dengan ketersediaan hayati 20-23%. Untuk meningkatkan ketersediaan hayati, zat besi yag berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat ditambahkan dengan vitamin C dan asam organik lainnya. Zat besi bisa dari makanan yang telah difortifikasi atau tablet zat besi (asalkan berkonsultasi dengan dokter lebih dulu).

Jika zat besi tak terpenuhi pada 1.000 hari pertama sejak bayi dilahirkan, sebanyak 65 persen penderita memiliki IQ di bawah 90. Artinya, dia hanya mampu menyerap pengetahuan dan ilmu dengan baik hingga kelas tiga sekolah menengah pertama.

Tidak hanya zat besi yang dibutuhkan tubuh, kebutuhan untuk nutrisi yang lain juga seperti karbohidrat, vitamin, mineral, lemak dan protein jika tidak terpenuhi bisa menyebabkan stunting, gangguan fungsi kekebalan tubuh dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Menurut Damayanti, kalau diperbaiki gizinya setelah dua tahun, tidak akan sebagus bila kebutuhan gizinya terpenuhi sebelum dua tahun. Kalau seorang dewasa pernah alami kurang gizi dan pendek, kemampuan otak hilang 10 persen, kemampuan manual lima persen hilang.

Nah, ini sangat penting buat ibu yang saat ini hamil dan akan melahirkan untuk bisa memperhatikan kebutuhan nutrisi terutama zat besi untuk perkembangan bayinya minimal 1000 hari pertama terpenuhi dengan baik untuk bisa mendapatkan anak yang pintar dan ber-IQ tinggi nantinya.

Komentar

  • Kontak Informasi Makassarterkini
  • Redaksi: [email protected]
  • Iklan: [email protected]