Analisis MDI: Undecided Voters 10-16 Persen Sulit Beralih ke Danny-Fatma

Terkini.id, Jakarta – Rekaman pembicaraan calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto (DP) terkait tokoh masyarakat Sulsel, Jusuf Kalla (JK) soal penangkapan Edhy Prabowo, dinilai akan mempengaruhi tingkat elektabilitasnya.

Menurut Direktur Mitra Demokrasi Indonesia (MDI), Andi Taufiq Aris (ATA), JK adalah panutan dan orangtua yang sangat dihormati masyarakat Sulsel.

“Di momen pilwali ini, meskipun Bapak JK dikaitkan dengan paslon Appi-Rahman dan pendukungnya, pendukung paslon lainnya yang notabene masyarakat Sulsel juga tentu prihatin dan kecewa dengan ucapan DP,” terang ATA, Minggu 6 Desember 2020.

Menurut dia, pendukung paslon siapapun di Pilwali Makassar, apalagi dia orang Bugis-Makassar, pasti memiliki perasaan kecewa jika orangtua yang jadi panutan dan teladandi daerahnya difitnah oleh orang lain.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Yang disayangkan lagi, wacana fitnah ini dilontarkan dari mulut seorang calon wali kota Danny Pomanto. Semoga pak DP mendapat pencerahan agar tak seenaknya bicara,” papar ATA.

Baca Juga: Pj Rudy Percaya Kepemimpinan Danny Pomanto Mampu Membuat Makassar Lebih...

Jelang hari pencoblosan pada 9 Desember 2020, ATA melansir bahwa swing voters dan undecided voters  saat ini 10 % hingga 16%. 

“Angka suara mengambang akan sulit beralih ke DP karena isu fitnah JK,  dan musyrik yang lagi rame diberitakan juga dibicarakan warga makassar,” katanya.

Bagikan