Ancam Penggal Rizieq Shihab, Pria Mengaku Polisi: Demi Allah Saya Tak Gentar

Rizieq Shihab
Tayangan video pria mengaku polisi ancam penggal kepala Rizieq Shihab. (Youtube Hendri Official)

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengaku sebagai anggota polisi mengancam akan memenggal kepala Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, viral di media sosial.

Video itu viral setelah dibagikan pengguna Youtube Hendri Official. Dilihat dari video tersebut, Kamis 3 Desember 2020, tampak pria itu menyebut FPI sebagai organisasi preman.

“Akhir-akhir ini kita melihat ada organisasi yang bergaya preman. Bergaya jagoan. Bahkan bak seorang juara yang tidak ada tandingannya, kita semua paham siapa mereka FPI,” kata pria dalam video itu.

Dalam video, pria diduga asal Pekalongan tersebut juga menceritakan pengalamannya saat berurusan dengan anak petinggi FPI yang ditilang lantaran melanggar lalu lintas di Pos Monumen Pekalongan kota.

Ia pun mengungkapkan, saat itu si anak petinggi FPI tersebut tak terima ditilang dan memanggil sejumlah massa sebanyak 50 orang untuk menggeruduk pos polisi tersebut.

Menarik untuk Anda:

Pria itu pun mengaku hingga saat ini masih membenci FPI lantaran aksi radikal dan preman yang kerap dilakukan ormas Islam tersebut.

“Kurang lebih sembilan orang tak pukulin, tergeletak satu. Sampai sekarang pun saya masih benci sama FPI karena gayanya radikal dan preman,” ujarnya.

Ia pun lantas bersumpah bahwa dirinya akan memenggal kepala Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

“Demi Allah Rasulullah, saya siap menyembelih lehernya Rizieq, mencukil matanya, atau membabat kakinya,” ungkapnya.

Pria dalam video itu juga mengaku tak takut dan gentar dengan FPI karena dirinya adalah anggota polisi.

“Saya tak gentar, karena saya seorang Polri tidak akan mundur sejengkal pun,” ucapnya.

Menanggapi video tersebut, Kasubag Humas Polres Pekalongan Kota melalui Instagram Humas_poldajateng menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap pelaku.

Polres Pekalongan pun mengakui bahwa pria dalam video itu memang benar anggota Kepolisian Resor Pekalongan Kota.

“Kami atas nama Kepolisian Resor Pekalongan Kota menyampaikan bahwa yang ada di video tersebut adalah benar anggota Polres Pekalongan Kota. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tulis Humas_poldajateng.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ini Pemicu Air Laut Masuk di Kawasan Bisnis Kota Manado

Gempa Sulbar adalah Tanggap Darurat, Bukan Bencana Status Nasional

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar